Dark/Light Mode

Diluncurkan Hari Ini, Gerakan Nasional Wakaf Uang

Senin, 25 Januari 2021 10:20 WIB
Wakil Presiden Prof Dr (HC) KH Maruf Amin. [Foto: KIP/Setwapres]
Wakil Presiden Prof Dr (HC) KH Maruf Amin. [Foto: KIP/Setwapres]

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin meresmikan peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) serta Brand Ekonomi Syariah Tahun 2021 dari Istana Negara Jakarta, Senin (25/1).

Wapres Maruf Amin, selaku Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) mengatakan, GNWU merupakan salah satu program pengembangan ekonomi syariah yang bertujuan untuk mendukung percepatan pembangunan nasional.

"Saat ini, berbagai program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah terus didorong untuk diimplementasikan secara terintegrasi, melalui sinergi dan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, baik kementerian atau lembaga anggota KNEKS maupun institusi lainnya," kata Wapres, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Berita Terkait : Pasca Pelantikan Biden-Harris, 150-200 Tentara Garda Nasional Positif Covid

Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia ke-7 (2015-2020) ini juga menjelaskan perlunya langkah fundamental dalam mewujudkan wakaf produktif. Langkah tersebut dapat dilakukan melalui tiga upaya guna menyukseskan gerakan wakaf tunai tersebut.

Pertama, melakukan rekayasa ulang proses bisnis wakaf uang (business process reenginering).

Kedua, dengan menetapkan program strategis wakaf nasional yang perlu didukung para tokoh, ulama dan masyarakat.

Berita Terkait : Wapres: Perlu Langkah Besar Wujudkan Wakaf Produktif

Ketiga, dengan melakukan gerakan kampanye bersama dalam mengumpulkan wakaf uang, sekaligus melakukan literasi dan edukasi, agar masyarakat secara bersama-sama berwakaf dengan menyerahkan uangnya untuk dikelola dan hasilnya akan digunakan untuk mendanai program strategis wakaf nasional.

Wapres juga mengingatkan, tentang pentingnya memanfaatkan perkembangan teknologi dalam menyukseskan program wakaf tunai nasional.

Apabila semua langkah kunci dan faktor pendukung tersebut dilakukan dengan baik, katanya, maka transformasi wakaf uang di Indonesia akan berjalan sesuai tujuan yang diharapkan.

Baca Juga : Awal Pekan Rupiah Dibuka Tak Berdaya

"Hasilnya adalah pengelolaan yang mampu memobilisasi wakaf uang secara maksimal, investasi yang optimal, dan hasil manfaatnya untuk mengembangkan ekonomi masyarakat dan mendukung kegiatan sosial yang semakin luas," ujar Rais Aam Nahdlatul Ulama ke-10 (2015-2018) ini. [RSM]