Dark/Light Mode

Diam Di Saat Harus Bicara

Virus Terawan Nular Ke Jenderal Prabowo

Rabu, 6 Januari 2021 08:03 WIB
Menhan Prabowo Subianto. (Foto: Dok. Pindad)
Menhan Prabowo Subianto. (Foto: Dok. Pindad)

RM.id  Rakyat Merdeka - Virus eks Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto yang selalu memilih diam di saat rakyat menunggu-nunggu dia bicara menular ke Menteri Pertahanan (Menhan), Letjen (Purn) Prabowo Subianto. Sampai kemarin, Ketua Umum Partai Gerindra itu masih bungkam terkait temuan drone laut yang diduga milik China di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Ayo jenderal, bicaralah!!!

Saat masih menjadi Menkes, Terawan dikenal dengan jurus diamnya. Di saat negara sedang genting melawan Covid-19, Terawan lebih senang memilih diam. Padahal, banyak rakyat menunggu dia bicara. Nah, gaya Terawan yang dianggap “diamnya bukan emas” ini, justru dipakai Prabowo.

Apa buktinya? Yang terbaru, Prabowo memilih diam di saat kebanyakan orang ngeributin temuan drone laut atau sea glider yang diduga milik China. Bagi orang awam atau nelayan yang menemukan drone laut itu, mungkin biasa saja.

Berita Terkait : Terawan Senyumnya Minimalis

Tapi, bagi pemerhati dunia pertahanan, keamanan dan intelijen, temuan drone laut itu tak bisa diremehkan. Meski kecil, drone laut itu dinilai punya misi besar.

Karena itu, banyak pihak yang menilai insiden ini merupakan persoalan serius yang harus ditangani secara cepat, tegas dan terukur. Harapan ini mengarah salah satunya ke Prabowo. Sebagai Menhan, Prabowo diharapkan minimal bicara dulu, lalu sampaikan langkah-langkah antisipasinya seperti apa. Ini soal kedaulatan NKRI. Ini tak bisa didiamkan.

Apalagi, temuan drone laut yang ditemukan nelayan, 20 Desember lalu itu, bukan yang pertama. Dua insiden serupa pernah terjadi, yaitu di wilayah laut Kepulauan Riau, Maret 2019 dan Sumenep, Jawa Timur, Januari 2020.

Berita Terkait : Balik Jadi Mantri, Terawan Legowo

Saking seksinya isu ini, sejumlah media asing asal Amerika Serikat, Inggris sampai Australia, ikut mengabarkan dan menganalisa temuan drone laut tersebut. Media asal Australia, ABC News misalnya, menyebut dengan lugas drone laut tersebut asal China.

Mengutip analis militer internasional, ABC News menulis drone laut itu dikirim untuk memahami oseanografi dan sifat batimetri bawah laut wilayah Indonesia. Sebuah langkah awal sebuah negara saat akan mengirimkan Angkatan Laut untuk menyerang. Temuan drone laut itu sinyal Angkatan Laut China bersiap mengerahkan kapal selam lebih dekat ke pesisir pantai utara Australia.

Seberapa mengkhawatirkan temuan drone laut tersebut? Pengamat militer dan keamanan dari Universitas Padjajaran, Prof Muradi mengatakan, dalam konteks pertahanan dan keamanan, temuan drone laut ini bukan persoalan main-main. Ini masalah serius. Karena pengiriman drone laut itu pasti punya motif.

Berita Terkait : Pak Terawan, Sertijab Dulu Jangan Ngilang

Motif paling sederhana adalah motif ekonomi. Misalnya, memonitor kekayaan alam laut Indonesia. Tapi, motif yang paling jauh adalah memetakan potensi keamanan. Drone laut itu memetakan seberapa sering Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) atau Bakamla berpatroli.
 Selanjutnya