Dewan Pers

Dark/Light Mode

Hanya Di Negara Ini, Pelepasan Vaksin Covid Ada Upacaranya...

Kamis, 7 Januari 2021 07:30 WIB
Video upacara pelepasan vaksin Covid-19 viral dan bikin heboh di jagat dunia maya.  (Foto: Twitter)
Video upacara pelepasan vaksin Covid-19 viral dan bikin heboh di jagat dunia maya. (Foto: Twitter)

RM.id  Rakyat Merdeka - Video upacara pelepasan vaksin Covid-19 viral dan bikin heboh di jagat dunia maya. Ada yang menanggapi biasa-biasa saja. Ada yang ketawa-ketawa. Ada yang yang bicara keras juga.

Video yang bikin heboh itu mulai beredar di Twitter sejak Selasa (5/1). Salah satu pengunggahnya adalah akun @vintenas. Dalam video berdurasi 1 menit 47 detik itu, terlihat pelepasan mobil boks besar yang memuat vaksin di depan sebuah gedung.

Berita Terkait : Bogor Bakal Distribusikan 10.185 Vaksin Covid

Acaranya, seperti akan memulai sebuah perlombaan atau balapan. Dimulai dengan pidato singkat, lalu ada yang mengibar-ngibarkan bendera “catur”, kemudian diakhiri dengan ledakan kembang api kertas warna-warni ke udara. Setelah itu, satu per satu truk yang mengangkut vaksin melintas dikawal mobil taktis dari Gegana.

Belakangan, diketahui video itu diambil dalam acara pelepasan perdana vaksin Covid-19 oleh PT Bio Farma, di depan Gedung Bio Farma Bandung. Yang pidato adalah Dirut PT Bio Farma, Honesti Basyir. Sejak 3 Januari lalu, Bio Farma, yang ditunjuk pemerintah sebagai distributor tunggal, mendistribusikan vaksin Covid-19 buatan Sinovac ke seluruh wilayah Indonesia.

Berita Terkait : Menkes Inggris: Varian Covid Afrika Selatan Lebih Berbahaya

Unggahan tersebut mendapat banyak respons dari warganet. Sampai tadi malam, sebanyak 19 ribu pengguna mensos memberikan tanda suka dan 12 ribu lainnya me-retweet.

“Hanya di Indonesia ada upacara pengiriman vaksin,” sentil @vintenas, sambil menyisipkan ikon emosi menepok jidat.

Berita Terkait : Hari Ini, Vaksin Covid-19 Mendarat Di Jayapura

Kicauan itu dicuit ulang oleh pengamat politik Burhanuddin Muhtadi. “Negara Teater,” kicaunya lewat akun @BurhanMuhtadi. Bos lembaga survei Indikator Politik Indonesia ini mengutip judul buku antropolog asal Amerika, Clifford Geertz.
 Selanjutnya