Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai melebarkan kasus korupsi bantuan sosial (bansos) yang menyeret mantan Menteri Sosial, Juliari Batubara. Sejumlah kader PDIP di Senayan, selaku rekan partainya Juliari, mulai dibidik KPK. Sayangnya, Juliari hingga kini tak mau “ember”. Apa karena banteng tak mungkin nanduk banteng?
Sejak jadi tersangka dan mendekam di Rutan KPK, Juliari memang jarang diperiksa. Mantan Wakil Bendahara Umum PDIP ini tercatat baru dua kali diperiksa. Pemeriksaan perdananya, pada 23 Desember 2020. Kemudian, dia baru diperiksa lagi pada Jumat (29/1) kemarin.
Dia digarap bersama dua tersangka lain, yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kemensos Adi Wahyono, serta Harry Van Sidabukke selaku pihak swasta.
Baca juga : Batasi Pergerakan Orang Kudu Konsisten
Ketiga tersangka tersebut masing-masing dicecar terkait proses awal perencanaan pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.
Usai digarap 5 jam oleh penyidik KPK, Juliari yang keluarga membawa map cokelat dengan tangan terborgol memilih bungkam pada wartawan. Berbagai pertanyaan yang diajukan, tidak ada yang dijawab.
Ternyata, sikap bungkam Juliari dilakukan juga pada penyidik KPK. Tapi juga, pada penyidik. Padahal pemeriksaan terhadap Juliari itu untuk mengetahui seluk beluk pengadaan Bansos di Jabodetabek.
Baca juga : Jokowi: Wakaf Bisa Bantu Tekan Kemiskinan Dan Ketimpangan Sosial
“Tim penyidik masih terus mendalami melalui pengetahuan para tersangka tersebut terkait tahapan awal perencanaan pengadaan bansos untuk wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tahun 2020 di Kemensos,” kata Plt Jubir KPK bidang penindakan, Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/1).
Deputi Penindakan KPK, Karyoto membenarkan, sampai sekarang Juliari masih memilih bungkam. Namun, kata dia, KPK tidak akan berhenti untuk mengembangkan kasus, meskipun tersangka utamanya memilih bungkam.
“Sekarang, kalau ada seorang yang mempunyai informasi dia tidak mampu membuka sama sekali, kan kita cari. Biarin saja mereka nggak mau ngaku, tapi kita cari pendukung yang ke arah sana, gitu loh,” tegasnya.
Baca juga : Wearing Klamby Bantu Korban Bencana di Sulawesi
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menduga sikap bungkam Juliari karena tengah menutupi sesuatu. “Pasti ada yang ditutupi,” ujar Boyamin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya