Dark/Light Mode

Jokowi: Wakaf Bisa Bantu Tekan Kemiskinan Dan Ketimpangan Sosial

Senin, 25 Januari 2021 11:29 WIB
Jokowi: Wakaf Bisa Bantu Tekan Kemiskinan Dan Ketimpangan Sosial

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang, di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/1) pagi. Pada kesempatan itu, Kepala Negara juga meresmikan Brand Ekonomi Syariah.

Jokowi menegaskan, pemerintah akan terus mencari jalan dan menemukan terobosan untuk mengurangi ketimpangan sosial, dalam rangka mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh pelosok Tanah Air. Salah satunya, melalui pemanfaatan wakaf.

“Saya telah berkali-kali menyampaikan, menekankan pentingnya redistribusi aset, kemudian juga yang berkaitan dengan perluasan akses permodalan, kemudian juga penguatan keterampilan dan perubahan budaya dalam mengatasi kemiskinan dan kesenjangan sosial. Salah satu langkah terobosan yang perlu kita pikirkan adalah pengembangan lembaga keuangan syariah, yang dikelola berdasarkan sistem wakaf,” papar Jokowi. 

Berita Terkait : Sabam Apresiasi Kelompok Sosial Yang Gotong Royong Bantu Korban Bencana

Presiden mengungkapkan, potensi wakaf di Indonesia sangat besar. Baik wakaf benda tidak bergerak, maupun benda bergerak. Termasuk, wakaf dalam bentuk uang.

Potensi wakaf aset per tahun mencapai Rp 2.000 triliun. Sementara potensi wakaf uang, dapat menembus angka Rp188 triliun.

"Oleh karena itu, kita perlu perluas lagi cakupan pemanfaatan wakaf. Tidak lagi terbatas untuk tujuan ibadah, tetapi dikembangkan untuk tujuan sosial-ekonomi yang memberikan dampak signifikan bagi pengurangan kemiskinan dan ketimpangan sosial dalam masyarakat,” ujarnya.

Berita Terkait : Jokowi Optimistis Tahun 2021 Jadi Momentum Untuk Bangkit Dan Bertransformasi

Untuk itu, Presiden menyambut baik peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) sebagai bagian dari upaya memperkuat rasa kepedulian dan solidaritas sosial. Demi mengatasi kemiskinan dan ketimpangan sosial di Indonesia.

“Peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Nasional Uang hari ini menjadi bagian penting. Bukan hanya meningkatkan awareness/kepedulian, literasi, dan edukasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah. Tetapi juga sebagai upaya memperkuat rasa kepedulian dan solidaritas sosial, untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan sosial di negara kita,” tandas Jokowi.

Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia l, sudah saatnya Indonesia memberikan contoh praktik pengelolaan wakaf yang transparan, profesional, kredibel, dan terpercaya. Serta memiliki dampak yang produktif, bagi kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi umat Islam.

Berita Terkait : Jokowi Ajak Para CEO Gandeng Petani Kerek Produksi Pangan

"Sekaligus memberikan pengaruh signifikan pada upaya menggerakkan ekonomi nasional kita. Khususnya di sektor usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah,” imbuhnya.

Jokowi juga menyambut baik peresmian brand ekonomi syariah, yang dinilai penting untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.

"Ini sangat penting untuk meningkatkan awareness masyarakat. Sebagai dukungan atas seluruh kegiatan ekonomi syariah Indonesia, dan menyatukan gerakan meningkatkan nilai tambah ekonomi syariah di negara kita Indonesia,” pungkasnya. [HES]