Dark/Light Mode

Penularan Covid-19 Meningkat, Masyarakat Jangan Kendor Terapkan 3M

Selasa, 2 Februari 2021 19:21 WIB
Dokter relawan Covid-19, dr. Muhammad Fajri Adda’I. (Foto: Instagram)
Dokter relawan Covid-19, dr. Muhammad Fajri Adda’I. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Masyarakat diminta tidak kendor menjalankan protokol kesehatan (Prokes). Hal ini untuk mencegah penularan Covid-19 yang saat ini terus meningkat.

Berdasarkan Data Satgas Covid-19 menunjukkan risiko penularan Covid-19 bisa mencapai 100 persen tanpa berperilaku 3M; mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

Pasalnya, dengan mencuci tangan risiko tertular turun 35 persen, ditambah memakai masker kain risikonya turun menjadi 45 persen. Bahkan, bila memakai masker bedah menurunkan risiko tertular hingga 70 persen, lalu ditambah dengan menjaga jarak 1 meter menurunkan risiko hingga 85 persen. 

Dokter relawan Covid-19, dr. Muhammad Fajri Adda’I membenarkan, bahwa semuanya harus terus bersama-sama menjalankan prokes. Masyarakat dengan 3M, sedangkan pemerintah 3T; Testing, Tracing, Treatment.

"Kita sama-sama ambil bagian sebagai subjek penanganan pandemi ini,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (2/2).

Berita Terkait : Kasus Sembuh Kembali Cetak Rekor Tertinggi, Tapi Jangan Keburu Happy

Menurutnya, dengan menggunakan masker, penularan bisa ditekan jauh. Lalu, perilaku menjaga jarak terutama di ruangan tertutup juga mengurangi risiko tertular lebih besar lagi. 

“Apabila terpaksa di ruangan tertutup, buka semua ventilasi, dan jangan terlalu berkerumun. Lebih baik, melakukan pertemuan virtual apabila diperlukan,” imbaunya. 

Ia juga menjelaskan, cuci tangan juga penting untuk menghindari kuman atau virus yang tidak sengaja tertempel karena droplet (percikan) di ruangan ber-AC karena bisa bertahan sampai beberapa minggu. 

"Ini lah yang bisa menginfeksi bila kita tidak sengaja mengucek mata, sehingga saya menyarankan cuci tangan dengan sabun di air mengalir,” lanjutnya.

Begitu juga ketika naik transportasi umum, ia mengimbau agar memilih yang tidak terlalu padat, jangan banyak bicara sehingga tidak harus menurunkan masker. Ia menegaskan, penularan Covid-19 seringkali terjadi karena keteledoran. 

Berita Terkait : Kasus Covid-19 Tinggi, Masyarakat Wajib Patuhi 3M Dan Kurangi Mobilitas

“Laporan WHO mengatakan penularan terjadi cukup tinggi saat makan bersama kolega, keluarga karena dipikir aman,” ungkapnya. 

Ia pun meminta, agar masyarakat juga turut membantu pemerintah melakukan 3T. "Terakhir, kita harus dukung vaksinasi agar program ini bisa menurunkan penularan dan kita semua bisa sehat selalu,” katanya. 

Salah satu penyintas Covid-19, Elgeen Frydianto menuturkan, dirinya orang yang patuh menerapkan protokol kesehatan, mulai dari 3 M hingga selalu mandi saat pulang ke rumah. 

"Tapi, kita tidak pernah tahu tertular Covid-19 itu di mana. Jadi, masyarakat tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan ini,” katanya. 

Senda dengan penyintas Covid-19 lainnya, Saffri Sitepu, bahwa ia tertular karena kurang menjaga jarak atau kerap bertemu orang banyak. Sehingga, ketika divonis positif Covid-19, yang paling berat adalah sepuluh hari pertama, di mana ia merasa sesak nafas berat dan batuk berdarah. 

Berita Terkait : Hindari Makan Bersama, Jangan Sampai Tertular Covid

"Setelah pulang, dinyatakan negatif pun saya merasa fisik masih berat, gampang lemas, hampir tiga bulan saya rasakan pengalaman tersebut,” akunya. 

Kini, dia sangat serius menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Termasuk, menghentikan sementara kegiatan bersepedanya dengan komunitas. 

“Setelah sembuh Covid-19 saya hindari itu. Saya bersepeda sendiri, jauhi kerumunan. Karena masih ada rasa takut terinfeksi kembali. Hingga kini, saya melaksanakan protokol kesehatan yang benar dan tepat,” tutupnya. [IMA]