Dark/Light Mode

Fadjroel Sarankan Publik Belajar Cara Mengkritik Dari Media

Rabu, 10 Februari 2021 16:29 WIB
Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman (Foto: Istimewa)
Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, mengatakan, ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari media. Salah satunya adalah cara menyampaikan kritik.

Fadjroel memastikan, Pemerintah selalu terbuka dengan semua kritik terhadap setiap kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan rakyat. Hanya, kadang-kadang publik kurang tepat dalam hal menyampampaikannya. Sehingga, kritik itu sering menimbulkan polemik hingga berurusan dengan Polisi. Bisa karena ujaran kebencian, hoaks, fitnah, dan hal lain yang berpotensi pidana sesuai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Baca juga : Bappenas Matangkan Pemulihan Lima Destinasi Pariwisata Nasional

"Publik mesti belajar pada media atau pers bagaimana cara menyampaikan informasi atau kritik," kata Fadjroel, dalam perbincangan dengan RM.id, Rabu (10/2).

Menurut Fadjroel, media atau produk pers selalu kokoh pada kebenaran, akurasi, dan verifikasi. Sehingga bisa membedakan antara kritik dengan hoaks, fitnah, atau pencemaran nama baik.

Baca juga : Tokomodal Salurkan Pembiayaan Lebih Dari Rp 800 Miliar

Karena itu, lanjutnya, di era disrupsi informasi seperti sekarang, peran pers sangat strategis. Pers diharap bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga kewarasan digital. 

"Bahkan, dapat bertindak sebagai guru bangsa dalam literasi media digital di era revolusi digital. Selamat Hari Pers Nasional," pungkasnya. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.