Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Dituding Radikal

Din Membalas Dengan Salam

Selasa, 16 Februari 2021 06:30 WIB
Din Syamsuddin. (Foto: Instagram)
Din Syamsuddin. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Din Syamsuddin memilih tidak mau banyak bicara saat ditanya soal Gerakan Anti Radikal (GAR) Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menuding dirinya radikal. Eks Ketua Umum Muhammadiyah itu, hanya membalas dengan salam.

Beberapa hari terakhir ini, Din jadi buah bibir. Gara-gara sikapnya yang sering mengkritik pemerintah, Din dilaporkan GAR ITB ke Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Badan Kepegawaian Negara (BPN). Din dinilai melanggar aturan soal Aparatur Sipil Negara (ASN). Din juga dianggap radikal.

Namun, langkah GAR ITB ini malah berujung blunder. Din dibela banyak tokoh. Mulai dari politisi sampai menteri. Mereka memastikan Din bukan radikal.

Baca juga : Pasukan Israel Tembaki Petani Gaza

Lalu apa tanggapan Din terkait laporan GAR ITB? Kepada Rakyat Merdeka, Din masih irit bicara. Dia tidak mau menanggapi soal laporan itu. “Jangan dulu. Salam,” ujarnya. Terkait banyaknya dukungan yang mengalir, Din mengucapkan terima kasih.

Sementara itu, dukungan terus mengalir ke Din. Terbaru, disuarakan mantan Wapres Jusuf Kalla (JK). JK heran Din dituduh radikal.

Kata JK, Din tidak mungkin radikal. Din adalah pelopor dialog antar agama dan itu tingkatannya internasional. “Jadi tidak radikal,” katanya.

Baca juga : Dituding Mafia Tanah, Fredy Kusnadi Polisikan Balik Dino Patti Djalal

JK menyebut Din bukanlah ASN yang berada di struktur pemerintahan, tapi merupakan fungsional akademis. Karena itu, dia tidak melanggar etika ASN ketika seorang akademisi memberikan pandangannya yang mungkin bertentangan dengan pemerintah.

Pembelaan dari Senayan juga masih mengalir. Anggota DPR dari Fraksi PAN, Guspardi Gaus menilai, tuduhan radikal terhadap Din termasuk dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian. Bisa dikasuskan karena termasuk delik pidana. “Itu delik pidana diatur dalam KUHP maupun Undang-Undang ITE,” kata Guspardi, Senin (15/2).

Dia mendesak, GAR ITB menarik laporannya. “Buka lah ruang diskusi, karena itu lebih elok,” pintanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.