Dark/Light Mode

Pernah Jadi Menteri, Sekarang Ketua DPR, Di Survei Masih Nol Koma

Ada Apa Dengan Puan

Selasa, 23 Februari 2021 06:35 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Istimewa)
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Untuk maju sebagai calon presiden, Puan Maharani sebenarnya punya modal besar. Puan pernah duduk di kabinet sebagai Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Jabatan Puan sekarang juga sangat bergengsi, yakni Ketua DPR. Ditambah statusnya sebagai putri Megawati Soekarnoputri. Namun anehnya, sampai sekarang, elektabilitas Puan sebagai capres belum naik-naik juga, masih nol koma. Ada apa dengan Puan?

Dalam survei terbaru yang dikeluarkan Lembaga Survei Indonesia (LSI), elektabilitas Puan sebagai capres 2024 masih belum berubah. Dari 29 nama tokoh yang masuk bursa capres, Puan hanya menduduki peringkat ke-22 dengan penilaian 0,1 persen.

Baca Juga : Ketum Golkar Restui Azis Dan Dave

Elektabilitas Puan ini bahkan jauh tertinggal dari 3 kader banteng lainnya seperti Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dalam survei yang sama, Ganjar Pranowo sangat jauh melewati Puan dengan elektabilitas sebesar 10,6 persen. Sedangkan Risma yang belum genap 2 bulan jadi menteri, sudah di angka 5,5 persen. Sementara Ahok yang kini juga berstatus sebagai kader Banteng memiliki penilaian sebesar 7,2 persen.

Kenapa elektabilitas Puan susah naik? Pengamat politik dari Universitas Parahyangan Bandung, Prof Asep Warlan Yusuf menilai, ada beberapa faktor penyebabnya. Puan masih dalam bayang-bayang ibunya, Megawati Soekarnoputri. Keterpilihan Puan sebagai Ketua DPR, dianggap publik tak lepas dari status Puan sebagai trah Soekarno, bukan prestasi atau ketokohan.

Baca Juga : Ketua DPD Imbau Hentikan Alih Fungsi Lahan Pertanian

“Meski saat ini sebagai Ketua DPR, tapi itu tidak juga bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk mendongkel elektabilitasnya,” katanya, kepada Rakyat Merdeka, Senin (22/2).

Selain itu, lanjut Warlan, Puan juga minim prestasi yang menonjol untuk “dijual” di Pilpres 2024. “Dari sisi prestasi, Puan tidak lebih dari tokoh-tokoh yang ada, seperti Anies, Ganjar, Ridwan Kamil atau Khofifah. Jadi, tidak ada prestasi yang ditonjolkan,” katanya.

Baca Juga : Menunggu Nasib “Pasal Karet”

Menurutnya, kalau PDIP serius akan mengusung Puan di Pilpres 2024, maka salah satu cara untuk mendongkrak elektabilitasnya yakni regenerasi. Puan, kata dia, harus memegang tongkat komando di PDIP dengan menggantikan Mega. “Karena Puan akan lebih leluasa bergerak dan memiliki basis yang kuat,” katanya.
 Selanjutnya