Dark/Light Mode

Komentari Giring Soal Anies, Pasha Ungu Malah Dinyinyirin Netizen

Selasa, 23 Februari 2021 19:03 WIB
Sigit Purnomo Syamsudiin Said alias Pasha Ungu. (Foto: Ist)
Sigit Purnomo Syamsudiin Said alias Pasha Ungu. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah pengguna instagram mengkritik Sigit Purnomo Syamsudiin Said alias Pasha Ungu, selama menjabat Wakil Wali Kota Palu periode 2016-2021. Luapan hati netizen itu merupakan buntut dari komentar Pasha Ungu di laman instagram pribadi Giring Ganesha.

Beberapa waktu lalu, Giring Ganesha mengkritik Anies Baswedan yang menurutnya, tidak pernah serius mengatasi banjir Jakarta. Pasha Ungu pun terpancing mengomentari pendapat Giring. Dalam kutipan komentar panjangnya, Pasha yang juga Ketua DPP PAN, menuding Giring telah memberikan pendapat yang naif dan kerdil.

"Saudaraku bro @giring yang terhormat. Saya izin komen di laman Pak Plt. Ketum PSI. Judgement bro ketum terkait kapabilitas Pak Gub @aniesbaswedan yang bro anggap tidak mampu mengelola Jakarta saya kira terlalu naif dan kerdil. Mengelola Jakarta tidak semudah bro mengkritik di medsos..." tulis Pasha lewat akun instagram dia @pashaungu_vm.

Pada bagian lain, Pasha juga mempertanyakan kapasitas Giring dalam menilai Anies Baswedan.

Berita Terkait : Pengusaha, Sudah Jatuh Ketimpa Tangga

"Setidaknya narasi yang dibangun harusnya menenangkan tidak meresahkan. Apalagi sampai ke persoalan penilaian ketidakmampuan seseorang. Bukankah bro Giring pun tidak dalam kapasitas menilai seperti itu? apakah bro Giring sudah pernah teruji mengelola sebuah kota atau daerah atau bahkan kelurahan?" tanya dia bernada menyindir.

Namun, netizen bereaksi lebih cepat. Mereka ikut menyoroti kualitas kepemimpinan Pasha Ungu ketika menjadi Wakil Wali Kota Palu. Salah satunya akun @betafabby yang mengungkit penampilan Pasha Ungu ketika menjabat Wakil Wali Kota Palu yang dinilainya tidak pantas bagi seorang pejabat publik. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, bahkan pernah menegur Pasha karena mengecat warna rambutnya menjadi pirang.

"@pashaungu_vm selama bro jadi Wawali apa yang sudah bro buat utk Kota Palu. Justru anda lebih mengutamakan Fashion Pejabat rasa artis," tulis dia.

Lalu, ada pula komentar dari akun @wisyefransisca, yang mengatakan tidak ada kemajuan di Kota Palu selama Pasha Ungu menjadi Wakil Wali Kota Palu. Itu sebabnya, dia menambahkan, Pasha Ungu tidak lulus ujian sebagai salah seorang pemimpin. “@pashaungu_vm akun dikunci yah Mas bro pasti tau lah alasannya. Saya berterima kasih Mas sudah selesaikan tugasnya selama 5 tahun. Tapi sayang Mas tugas anda di Palu gak ada yang wah. Gak ada perubahan yang berarti Mas. Tetap sama dengan wawali-wawali di masa lalu. Saya komentar geli aja dengan kata-kata “apa sudah teruji?” Mas Pasha sudah dikasih ujian, dan maaf Mas gak lulus ujian di kota Palu. Salam buat keluarga yah Mas bro. Salam damai," tulis @wisyefransisca panjang.

Berita Terkait : GPMI: Jangan Hanya Kritik, Ayo Turun Langsung Bantu Warga

Menjawab komentar salah satu netizen, @wisyefransisca kembali menegaskan jika Pasha Ungu tidak berbuat banyak untuk kemajuan Kota Palu. “@rudolf_ginting si Pasha sok-soakan ngurus Jakarta komen panjang lebar, dianya aja tidak teruji jadi wawali Palu kok, apa yang sudah dia berikan buat kota Palu??? ZONKKKKK," tegas dia.

Selain itu, akun @korososatola mengatakan, cara pandang Pasha Ungu yang naif dan kerdil. Pasalnya, dia berpendapat bahwa Pasha Ungu mengharuskan seseorang mejadi Ketua RT dulu baru boleh mengkritik pejabat publik.

“@pashaungu_vm apa harus jadi mantan ketua RT min. baru boleh mengkritik? Apa bedanya anda dengan sebutan naif dan kerdil itu jika itu indikatornya," sindir dia.

Banjir hebat di Jakarta pekan lalu, mengudang perhatian banyak pihak, termasuk politisi Giring Ganesha dan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Selain tidak serius mengatasi banjir, Giring juga menilai, Anies lepas tangan dan cenderung menyalahkan banjir kiriman dari Bogor dan Depok sebagai penyebab banjir.

Berita Terkait : Gagal Tangani Banjir, Anies Bisa Terancam Di 2024

Dia pun menyayangkan keputusan Anies yang menghapus normalisasi sungai dan tidak juga mengerjakan naturalisasi sungai. Padahal dua program itu jika diseriusi bisa mengendalikan banjir di ibu kota.

Oleh karena itu, Giring menyebut Anies tidak punya kapasitas mengelola Jakarta. "Selama tiga tahun terakhir Mas Anies tidak pernah serius mengatasi banjir selain itu Mas Anies terbukti tidak punya kapabilitas mengelola Jakarta. Naturalisasi sungai yang selalu digembar-gemborkan Mas Anies terbukti cuma konsep di atas kertas, tidak dikerjakan di lapangan sementara normalisasi sungai dihapuskan," ucap Giring.

Giring melanjutkan, alih-alih memanfaatkan anggaran untuk mengerjakan proyek pengendalian banjir, Anies justru menghabiskan Rp 560 miliar untuk membayar commitment fee penyelenggaraan Formula E yang tidak membawa manfaat bagi warga Jakarta dan sibuk dengan hal-hal yang sifatnya hanya memperindah kota saja.

"Anggaran Jakarta diboroskan untuk hal-hal tak perlu. Lihat saja, untuk pembayaran uang muka Formula E, mempercantik JPO, atau mengecat genting-genting rumah warga. Dari sini, Gubernur Anies  terlihat tidak mampu menyusun prioritas.  Kebutuhan mendesak dinomorduakan, hal-hal bersifat kosmetik justru didahulukan," tandas suami Cynthia Riza itu. [MRA]