Dark/Light Mode

Presiden: Indonesia Beruntung, Paling Dulu Gelar Vaksinasi

Rabu, 24 Februari 2021 07:03 WIB
Presiden Jokowi saat membuka International Conference on Tackling the Covid-19 Pandemic. (Foto : Instagram @sekretariat.kabinet).
Presiden Jokowi saat membuka International Conference on Tackling the Covid-19 Pandemic. (Foto : Instagram @sekretariat.kabinet).

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi mengata­kan, Indonesia termasuk salah satu negara yang beruntung untuk bisa mengamankan pa­sokan vaksin Covid-19. Karena itu, masyarakat harusnya mau mengikuti program ini. Demi memutus mata rantai penularan Covid-19.

Jokowi menceritakan, di­plomasi vaksin sudah dilaku­kan sejak awal pandemi pada Maret 2020 lalu di Indonesia. Dibandingkan negara kawasan ASEAN, Indonesia termasuk negara pertama yang telah me­mulai vaksinasi sejak Januari 2021.

“Indonesia termasuk salah satu negara yang beruntung. Kita ini beruntung. Dari awal pandemi, kita sudah bergerak menga­mankan akses dan komitmen pasokan vaksin untuk negara kita Indonesia,” ujar Jokowi, saat membuka International Conference on Tackling the Covid-19 Pandemic yang digelar secara daring, kemarin.

Berita Terkait : Ogah Kudet Soal Vaksin, Kulik Infonya Di Sini

Pelaksanaan vaksinasi di Tanah Air, masih dan akan terus berjalan. Presiden berharap, vaksinasi kepada seluruh masyarakat penerima dapat selesai pada akhir tahun 2021 ini. “Ini memang tantangan yang berat. Namun kita akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai target tersebut,” imbuhnya.

Jokowi mengatakan, vaksin Covid-19 memberikan harapan baru bagi dunia. Maka itu, se­luruh negara di dunia berpacu untuk mendapatkan vaksin. Tapi dia juga mengingatkan, negara-negara di dunia juga perlu berpikir tentang penting­nya kesetaraan akses vaksin bagi seluruh negara.

Semua negara di dunia harus saling menolong untuk menghadapi pandemi Covid-19. “Spirit kerja sama perlu ditekankan, karena no one is safe until everyone is,” tegas eks Wali Kota Solo ini.

Berita Terkait : Yuk, Jangan Takut Divaksin!

Indonesia sudah menjamin pa­sokan 420 juta vaksin Covid-19 hingga 2022. Vaksin itu berasal dari berbagai macam produsen vaksin di dunia. Meski begitu, Indonesia saat ini memperjuang­kan akses vaksin Covid-19 bagi seluruh negara lewat organisasi internasional.

“Sudah menjadi tekad Indonesia untuk mengamankan akses vaksin bagi kebutuhan nasional. Namun, selalu berupaya berkon­tribusi bagi negara-negara lain, bagi dunia,” beber Jokowi.

Presiden juga mengingatkan, kehadiran vaksin bukan berarti akan menyelesaikan pandemi Corona dalam waktu singkat. Masyarakat, harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Berita Terkait : Kepala Daerah Jangan Kendor Petakan Zonasi Risiko Dan 3T

Sementara pemerintah, juga akan terus meningkatkan 3T, yakni testing (pengujian), tracing (pelacakan) dan treatment (pera­watan) untuk mengendalikan kasus Covid-19.

“Ketersediaan vaksin bukan berarti menyelesaikan masalah, kita harus tetap disiplin dalam protokol kesehatan dan terus melakukan testing, tracing, dan treatment,” tandasnya. [DIR]