Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan masih menunggu rekomendasi pemberian vaksin Covid-19 bagi kelompok usia anak di Indonesia dari sejumlah lembaga terkait.
Hal ini disampaikan Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi.
Baca juga : Sejuta Sehari Masih Mimpi
"Kita tunggu dulu rekomendasi, baik dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) maupun Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)," katanya, melalui pesan singkat di Jakarta, Kamis (25/4/2021) pagi.
Secara terpisah, Ketua Umum IDAI, Aman Bhakti Pulungan mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mengeluarkan rekomendasi apapun terkait vaksinasi untuk anak. "Sampai saat ini belum ada data update untuk vaksin anak. IDAI belum mengeluarkan rekomendasi apapun untuk imunisasi anak," katanya.
Baca juga : Jokowi Akan Turun Ke Pelosok Negeri
Menurut Aman, vaksin Sinovac saat ini baru direkomendasikan pada peserta dengan rentang usia 15 hingga 59 tahun. IDAI sampai saat ini berharap, sejumlah penelitian terkait keamanan vaksin untuk anak dapat segera disosialisasikan.
"Kalau wacana, tentu kita akan sangat mengharap, tapi apakah aman? Sangat besar kemungkinan itu aman. Tapi kan data-datanya belum. Dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan -red) juga belum ada. Kalau nanti akan ada untuk anak, pasti IDAI yang pertama mengeluarkan pernyataan," katanya.
Baca juga : Presiden Bakal Hadiri Temu Nasional Relawan Jokowi
Sebelumnya, Direktur Medis Sinovac, Gang Zeng mengatakan, uji klinis tahap awal dan menengah dari 550 lebih subjek menunjukkan, vaksin tersebut akan memicu respons kekebalan.
Dua penerima vaksin usia tiga tahun dan enam tahun mengalami demam tinggi sebagai respons terhadap vaksin. “Sementara subjek uji coba lainnya mengalami gejala ringan. Ini menunjukkan, vaksin itu aman dan akan menghasilkan respons imun yang berpotensi berguna terhadap SARS-CoV-2, tentu sangat disambut baik,” kata Zeng dalam siaran pers, Senin (22/3/2021). [RSM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya