Dewan Pers

Dark/Light Mode

Situasi Covid Belum Aman, Ritual Ibadah Jumat Agung Di Katedral Disederhanakan

Jumat, 2 April 2021 16:43 WIB
Ilustrasi Gereja Katedral (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Gereja Katedral (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ritual liturgi pada ibadat Jumat Agung di Gereja Katedral dibuat sesederhana mungkin untuk menyesuaikan masa pandemi Covid-19. Tidak ada kontak fisik.

"Ritual penghormatan salib akan disesuaikan. Di masa pandemi ini, penghormatan dilakukan dari tempat duduk masing-masing. Petugas akan mengangkat salib dari bagian depan, serta penerimaan komuni," kata Humas Keuskupan Agung Gereja Katedral, Susyana Suwandie.

Berita Terkait : Mitsubishi Resmikan Bengkel Bodi Dan Cat Ketiga Di Kalimantan

Dalam ibadat Jumat Agung ini, misa tatap muka dibagi menjadi dua, yakni pukul 15.00 WIB yang dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Kardinal Ignatius Suharyo. Dan misa kedua pukul 18.00 WIB, yang dipimpin Romo Albertus Hani Rudi Hartoko.

Pada masa pandemi ini, pengurus Katedral juga menerapkan pembatasan peserta misa, yakni hanya 20 persen dari total kapasitas atau 309 orang yang dibagi di dalam gereja 200 orang dan Plaza Maria sebanyak 109 orang.

Berita Terkait : Situasi Covid Belum Aman, Muhammadiyah Sarankan Shalat Tarawih Dan Idul Fitri Di Rumah

Perlu diketahui, umat yang hadir dalam ibadah tatap muka harus mendaftarkan lebih dahulu di situs belarasa.id untuk memastikan umat tersebut termasuk dalam Paroki Katedral.

"Di ibadat pertama, terdaftar hampir penuh 309 orang, kemudian ibadat kedua sekitar 90 persen, mungkin sebentar lagi penuh," kata Susyana.

Berita Terkait : BGS: Kita Ngetesnya Kurang Banyak

Umat yang hadir dalam ibadat tatap muka juga diimbau untuk tidak membawa barang berlebihan seperti tas besar, untuk mempercepat pemeriksaan melalui metal detector, maupun x-ray saat masuk ke dalam gereja. [HES]