Dark/Light Mode

Disatukan Dalam Pernikahan

Jokowi-Prabowo Apa Akan Terwujud Di 2024

Minggu, 4 April 2021 07:40 WIB
Presiden Jokowi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tiba di acara pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, di Hotel Raffles, Jakarta, Sabtu (3/4/2021). Jokowi dan Prabowo didapuk jadi saksi ijab qabul kedua selebriti tersebut. (Foto: Facebook/indonesiaadilmakmur)
Presiden Jokowi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tiba di acara pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, di Hotel Raffles, Jakarta, Sabtu (3/4/2021). Jokowi dan Prabowo didapuk jadi saksi ijab qabul kedua selebriti tersebut. (Foto: Facebook/indonesiaadilmakmur)

 Sebelumnya 
“Saya melihat apa yang saya usulkan memasangkan Jokowi-Prabowo menemukan jalannya. Dan ternyata banyak yang senang juga,” ungkapnya.

Terakhir yang membuat dia senang, Prabowo juga hadir dalam acara itu. Artinya, kata dia, Prabowo bersedia juga dipasangkan menjadi cawapres. “Ini pesan kuat banget. Kalau tidak mau, tentu Prabowo tidak akan datang. Karena mau tidak mau pasti akan dikaitkan dengan gagasan Jokowi-Prabowo,” ujarnya.

Bagaimana tanggapan Gerindra? Politisi Gerindra Desmond J Mahesa mengatakan, kehadiran Prabowo di acara itu untuk menghormati undangan keluarga Aurel yaitu Anang Hermansyah dan Krisdayanti. Kata dia, Prabowo sudah mengenal Anang dan KD sejak dulu.

Baca juga : Tingkatkan Kualitas Pendidikan, BSI Gelontorkan Pembiayaan

Apalagi, Anang yang pernah jadi politisi PAN selalu mendukung Prabowo dalam gelaran dua kali pilpres. “Ini membuat Prabowo tidak enak untuk menolak. Apalagi Anang orang baik,” kata Desmond, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Soal omongan Qodari, Desmond mengaku agak sulit menjawabnya. Menurut dia, sebagai seorang pengamat politik yang memiliki lembaga survei, usulan Qodari sah-sah saja. Sebagai seorang politisi, Desmond juga mengucapkan terima kasih atas dukungan kepada Prabowo.

“Namun sebagai seorang sarjana hukum, saya agak susah menjawabnya. Karena ini berkaitan dengan konstitusi. Masa menabrak-nabrak konstitusi,” ungkapnya.

Baca juga : Stok Beras Aman, Impor Buat Apa Ya

Bagaimana tanggapan PDIP? Politisi senior PDIP, Hendrawan Supratikno berbeda tafsir dengan Qodari. Kata dia, salah satu tafsir yang paling realistis dalam peristiwa perkawinan itu adalah kedua tokoh sadar terhadap pengaruh medsos dan selegram dalam kehidupan modern/kekinian.

Bisa dibayangkan berapa banyak orang akan mengikuti perhelatan tersebut. “Selain itu, dengan menjadi saksi nikah insan milenial, kedua tokoh memberi sinyal bahwa generasi muda adalah generasi yang suaranya semakin menentukan, dan bahkan menjadi penentu masa depan,” kata Hendrawan.

Menurut Hendrawan, mengaitkan Jokowi-Prabowo berpasangan sebagai pasangan Capres dan Cawapres 2024, berarti harus mengamandemen UUD 1945. Dan itu pikiran terlalu jauh. Soalnya, pembatasan masa jabatan dua periode itu merupakan salah satu esensi dan capaian reformasi. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.