Dark/Light Mode

Kasus Varian Baru Corona E484K Ditemukan Di DKI

Tak Perlu Dikhawatirkan, Tapi Harus Diwaspadai

Selasa, 6 April 2021 07:43 WIB
Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. (Foto : Tangkapan layar Youtube Kementerian Kesehatan).
Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. (Foto : Tangkapan layar Youtube Kementerian Kesehatan).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan kasus mutasi Corona, Eek atau E484K sudah masuk ke Indonesia. Meski begitu, vaksin yang dimiliki pemerintah diklaim ampuh melawan varian virus asal Jepang itu.

Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, saat ini pemerintah sudah menemukan satu kasus yang masuk ke Indonesia. Hal itu berdasarkan hasil tes spesimen pada Februari 2021.

“Satu kasus ditemukan di DKI Jakarta dari spesimen bulan Februari,” kata Nadia kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Nadia mengatakan, saat ini individu yang terkonfirmasi positif terpapar mutasi virus dari Jepang itu sudah sehat dan terus dipantau Kemenkes.

Berita Terkait : Tidak Semua KIPI Disebabkan Vaksin

Menurut laporan, individu yang terpapar tidak habis bepergian ke luar negeri. Tetapi, penularan kasus terjadi secara lokal.

Meski begitu, hingga hari ini, dia memastikan belum ada kasus serupa yang didapati di lokasi lain.

“Varian ini single mutasi, jadi tidak perlu dikhawatirkan, tetapi diwaspadai karena ada mutasi yang lain muncul pada satu kasus,” Nadia, mengingatkan.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes ini juga memastikan, varian virus baru E484K tidak lebih hebat dari virus sebelumnya.

Berita Terkait : Jemaah Harus Saling Kenal

Vaksin yang dimiliki Indonesia dianggap masih ampuh melawan virus tersebut. “Tapi kita juga kurangi mobilitas dan terapkan prokes,” imbaunya.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, virus E484K merupakan mutasi dari varian B117, mutasi Corona dari Inggris.

Mutasi virus E484K ini, kata dia, lebih mudah menular.

Tetapi, menurutnya, mutasi umum terjadi pada perkembangan suatu virus. Sehingga masyarakat yang harus menekan peluang penyebarannya dengan peningkatan disiplin protokol kesehatan.

Berita Terkait : Berdayakan Perangkat Desa, Bantu Lansia Daftar Vaksinasi

Pemerintah sendiri akan berupaya memperbanyak teknik pencarian strain virus menggunakan metode Whole Genome Sequencing (WGS).

Dia juga menyebut, pemerintah akan lebih memperketat pengawasan dan screening di pintu-pintu masuk kedatangan Warga Negara Asing (WNA ) maupun Warga Negara Indonesia (WNI ) ke Indonesia. [DIR]