Dark/Light Mode

Ini Bukan Hoaks

Yang Kaya Makin Kaya, Yang Kere Makin Kere

Kamis, 8 April 2021 07:10 WIB
Budi Hartono dan Michael Hartono. (Foto: Istimewa)
Budi Hartono dan Michael Hartono. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pandemi Corona yang sudah berlangsung 1 tahun lebih ini telah membuat kesenjangan sosial semakin tinggi. Yang kaya makin kaya. Yang kere, tetap kere bahkan tambah kere. Ini fakta bukan hoaks.

Apa buktinya? Silakan lihat laporan Forbes tentang data orang kaya di dunia, termasuk Indonesia. Dalam laporan terbarunya, Forbes mengungkapkan, jumlah orang kaya selama Corona ini bukannya turun, tapi malah bertambah banyaknya.

Baca Juga : Jangan Ngaku Paling NKRI Deh Kalau Masih Lepas Masker Di Tempat Umum

Jumlah konglomerat bertambah 660 dari tahun lalu, menjadi 2.755 orang di tahun ini. Forbes pun mencatat rekor baru untuk orang kaya pendatang baru mencapai 493 orang. Artinya, ada 1 konglomerat baru setiap 17 jam.

Bagaimana dengan Indonesia? Tentu saja ada. Bahkan, ada 18 orang. Jika ditotal, harta kekayaan dari 18 orang ini tembus 75,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.057 triliun. Hampir setengah dari APBN kita setahun.

Baca Juga : Ketiduran Di Mobil, 2 Pria Bikin Macet

Siapa saja? Memang mayoritas dari orang-orang tajir di Indonesia masih didominasi muka-muka lama. Pertama, R Budi Hartono dengan total kekayaan 20,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 287 triliun yang bersumber dari bisnis tembakau dan perbankan. Setahun ini, kekayaannya bertambah 6,9 miliar dolar AS.

Kedua, Michael Hartono dengan total kekayaan 19,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 275,8 triliun yang bersumber dari bisnis perbankan dan tembakau. Kekayaannya naik 6,7 miliar dolar AS.

Baca Juga : PKB Kok Ngeper Umumin Cak Imin Jadi Capres 2024

Ketiga, Prajogo Pangestu dengan kekayaan 6,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 91 triliun yang bersumber dari bisnis petrokimia. Keempat, Chairul Tanjung dengan kekayaan 4,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp 67,2 triliun yang berasal dari berbagai bisnis. Kelima, Dato Sri Tahir dan Keluarga. Kekayaannya 3,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 46,2 triliun yang berasal dari berbagai bisnis. Keenam, Eddy Kusnadi Sariaatmadja dengan kekayaan 3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 42 triliun yang bersumber dari bisnis media dan teknologi.
 Selanjutnya