Dark/Light Mode

Digertak Singapura

KPK Langsung Mengkeret

Minggu, 11 April 2021 07:00 WIB
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Tedy Kroen/RakyatMerdeka/RM.id)
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Tedy Kroen/RakyatMerdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Garangnya KPK kepada para koruptor seperti tak berdaya saat berhadapan dengan Singapura. Sekali digertak Singapura, lembaga yang dipimpin Komjen Firli Bahuri itu, langsung mengkeret.

Fakta mengkeretnya KPK itu terjadi saat Singapura protes disebut “surganya” koruptor oleh pejabat KPK. Diprotes begitu, pimpinan KPK langsung minta maaf ke Singapura.

Selama ini, banyak koruptor di sini yang kabur dan tinggal di Singapura. Hal ini yang menjadi dasar, Deputi Penindakan KPK, Karyoto menyebut Singapura sebagai surganya para koruptor.

Berita Terkait : Cetak Rekor Investasi Di Indonesia, Singapura Mantap Langgengkan Kerja Sama Dengan RI

Awalnya, Karyoto menyinggung perkara dugaan korupsi proyek e-KTP dengan tersangka Paulus Tannos. Paulus diketahui bermukim di Singapura. Kata Karyoto, kalau koruptor kabur ke Singapura, hidupnya bakal aman. Pasalnya, Negeri Singa itu tidak mau menandatangani ekstradisi yang berkaitan dengan korupsi.

“Kalau orang yang sudah dapat permanent residence dan lain-lain, agak repot, sekalipun dia sudah ditetapkan tersangka. Singapura itu surganya koruptor,” ucap Karyoto, Selasa (6/4) lalu.

Pernyataan Karyoto itu langsung dibantah Kementerian Luar Negeri, Singapura. Negara bekas jajahan Inggris ini tidak terima dengan stempel pelindung bagi para koruptor asal Indonesia.

Baca Juga : NasDem Fokus Bidik Posisi Runner Up Di Pemilu 2024

“Tuduhan tersebut tidak mendasar,” ungkap Juru Bicara Kemenlu Singapura dalam keterangan resminya, kemarin.

Pihak Kemenlu Singapura lantas merinci beragam kerjasama dengan pemerintah Indonesia terkait pemberantasan korupsi. Antara lain, kerjasama antara KPK Singapura alias Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) dengan KPK di Indonesia. CPIB diklaim telah membantu KPK Indonesia dalam menyampaikan permintaan panggilan kepada orang-orang yang dalam pemeriksaan.

“Singapura juga telah membantu pihak berwenang Indonesia dengan memberikan konfirmasi tentang keberadaan warga negara Indonesia tertentu yang sedang dalam penyelidikan,” tulis keterangan tersebut.

Baca Juga : Nadiem, Semoga Bukan Jaka Sembung Naik Gojek

Tak hanya itu, pihak Singapura mengaku sudah banyak memfasilitasi kunjungan KPK ke negaranya untuk mewawancarai orang yang bermasalah hukum dengan Indonesia.

Bantuan dari CPIB Singapura kemudian dicatatkan menjadi keterangan publik yang disampaikan Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango pada 30 Desember 2020 lalu.
 Selanjutnya