Dewan Pers

Dark/Light Mode

Menhub Serukan Kerja Sama Dari Semua Pihak

Kecelakaan Lalu Lintas Picu Kerugian Ekonomi

Rabu, 21 April 2021 05:21 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (BKS) dalam webinar ber­tajuk Sinergi Pemerintah dan Operator Dalam Mewujudkan Angkutan Yang Berkeselamatan. (20/4). (Foto : Dok. Kemenhub).
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (BKS) dalam webinar ber­tajuk Sinergi Pemerintah dan Operator Dalam Mewujudkan Angkutan Yang Berkeselamatan. (20/4). (Foto : Dok. Kemenhub).

RM.id  Rakyat Merdeka - Angka kecelakaan yang melibatkan semua moda transportasi darat begitu mengerikan. Data Korps Lalu Lintas Polri pada 2019 menyebut, rata-rata 3-4 orang meninggal tiap jam dalam sehari. Bukan cuma kehilangan nyawa, dari sisi kerugian ekonomi juga sangat besar dampaknya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (BKS) mewas­padai tingginya angka kecela­kaan lalu lintas tiap tahun. Untuk mencegah kecelakaan, Kemen­terian Perhubungan (Kemen­hub) meminta kerja sama dari seluruh pihak, seperti regula­tor, operator, pengemudi dan masyarakat.

Apalagi di tengah kesulitan lantaran pandemi Covid-19, BKS juga meminta operator transportasi nggak kendor men­jamin keamanan penumpang untuk mencegah kecelakaan.

Berita Terkait : Menhub Soroti Tingginya Angka Kecelakaan Lalin

“Tentu operator secara ekono­mi tertekan, namun bagaimana dalam keadaan seperti itu ke­selamatan tetap dijalankan,” kata BKS dalam webinar ber­tajuk Sinergi Pemerintah dan Operator Dalam Mewujudkan Angkutan Yang Berkeselamatan, kemarin.

BKS mengakui, tiap nyawa manusia yang meninggal di jalan karena kecelakaan juga berdampak pada kerugian ekonomi.

“Kalau kita bicara kerugian rupiah, itu luar biasa. Harus kita amati karena ada 29 ribu kecela­kaan fatal yang mengakibatkan meninggal dunia,” ungkapnya.

Berita Terkait : Mahfud MD Imbau Kepala Daerah Terpilih Dukung Kebijakan Larangan Mudik

Eks Dirut Angkasa Pura IIini menjelaskan, mayoritas korban kecelakaan lalu lintas merupakan masyarakat berusia produktif dengan rentang 15-64 tahun. Sementara, korban dengan usia 0-14 tahun berjumlah 12 persen, dan lebih dari 65 tahun sebanyak 11 persen.

Menurut BKS, tingginya ang­ka kecelakaan yang melibatkan kendaraan angkutan umum, baik angkutan barang maupun penumpang, terjadi karena ber­bagai faktor.

Faktor utama yang mendorong terjadinya kecelakaan, yakni kegagalan pengemudi dalam mengendalikan kendaraan mau­pun kelalaian operator yang memastikan keselamatan armadanya.
 Selanjutnya