Dark/Light Mode

100 Persen Hoax, Isu Prabowo Dicopot Dan Ahok Masuk Kabinet

Jumat, 23 April 2021 10:22 WIB
Presiden Jokowi (Foto: Instagram)
Presiden Jokowi (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Belum juga Presiden Jokowi mengumumkan reshuffle jilid II di Kabinet Indonesia Maju, seperti yang belakangan ini mewarnai pemberitaan di sejumlah media, muncul video hoax di Facebook yang menghembuskan gosip seputar pencopotan menteri.

Video berdurasi 10 menit yang diposting 3 hari lalu itu, menyebut Presiden Jokowi telah mencopot Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dari jabatannya. Serta rumor masuknya Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke Kabinet Kerja. 

Hingga berita ini diturunkan, video yang diposting pada 17 April lalu, telah dilihat 33 ribu viewer dan 45 kali dibagikan.

Berita tersebut dipastikan hoax, karena tidak ada informasi resmi yang menyatakan Jokowi telah mencopot Prabowo dan mengajak Ahok dalam gerbong kabinet.

Berita Terkait : Bahlil Makin Getol Promosikan KIT Batang Ke Investor

Apalagi, judul video tersebut juga salah menyebut nama Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. Nama kabinet pun keliru disebut. Kabinet Indonesia saat ini bernama Indonesia Maju. Bukan Kabinet Kerja seperti dalam video tersebut.

Kabinet Kerja adalah nama kabinet pada pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla pada periode 2014-2019.

Sekadar latar, wacana reshuffle kabinet mengemuka setelah Rapat Paripurna DPR menyetujui niat Presiden Jokowi menggabungkan Kementerian Riset dan Teknologi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta pembentukan Kementerian Investasi dalam Rapat Paripurna Dewan pada Jumat, 9 April 2021.

Presiden Jokowi pun mengungkap alasan mengapa pemerintah melebur Kementerian Riset dan Teknologi ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ia sekaligus menjelaskan soal menjadikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai lembaga tersendiri, pada Selasa 20 April 2021.

Berita Terkait : Pratikno Garuk Kuping, Pramono Nginjek Gas

“Strategi besarnya adalah membangun pondasinya dulu, mulai dari infrastruktur, setelah itu SDM, lalu masuk ke riset, inovasi dan teknologi,” ujar Presiden Jokowi.

Ke depan, semua fungsi penelitian dan pengembangan pada kementerian akan berada di bawah koordinasi BRIN.

"Jadi anggarannya, pelaksanaannya, akan terpusat dan terkonsolidasi di dalam satu lembaga saja,” ujar Presiden. [HES]

 

Berita Terkait : Qodari Dijewer PDIP Dan Gerindra