Dark/Light Mode

Video Lamanya Soal Penyidik KPK Viral Lagi

Wamenkumham: Ada Yang Ingin Perkeruh Suasana

Sabtu, 8 Mei 2021 13:35 WIB
Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Eddy Hieriej. (Foto: Antara)
Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Eddy Hieriej. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Prof Eddy Hieriej, memberikan klarifikasi terkait beredarnya video rekaman yang menyebut perilaku tidak etis dari para penyidik KPK. 

Video Eddy soal penyidik KPK diupload akun @_AnakKolong di Twitter. Dalam video itu, Eddy mengatakan penyidik KPK kerap mengintimidasi para hakim agar mereka memutuskan perkara sesuai keinginan penyidik. Video itu pun jadi viral.

Menurut Eddy, video tersebut adalah video lama saat acara bedah buku di kampus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang lama. “Sekitar 22 Januari 2019,” papar Guru Besar Hukum UGM itu kepada wartawan, Sabtu (8/5).

Baca Juga : SKB 3 Menteri Soal Seragam Sekolah Dibatalkan, Kemenag Hormati Putusan MA

Eddy menyayangkan, media yang memberitakan isi rekaman tersebut karena hanya mensumberkan diri sepenuhnya pada isi rekaman dan informasi media sosial tanpa klarifikasi atau cek ricek kepadanya.

Pada sekitar Agustus-September 2019, menurut  Eddy, video ini juga sempat viral menjelang revisi UU KPK. Kini, dikala KPK sedang mendapat sorotan, video tersebut kembali viral dan beritanya dinaikkan oleh media online.

“Tampaknya ada yang mau mencoba framing video lama yang dikaitkan dengan situasi terkini untuk memperkeruh suasana,” ujarnya.

Baca Juga : Melihat Lebih Dekat Alutsista Indonesia

Eddy meminta, pers dalam setiap pemberitaannya lebih berhati-hati dan mengedepankan integritas, bukan semata mengejar kecepatan dan jumlah pembaca dengan cara menyajikan berita kontroversial tanpa upaya both cover side.

Eks Jubir KPK Febri Diansyah juga mengatakan video Eddy adalah video lama. “Video Februari 2019 didaur ulang? Ga ada bahan lagi ya?,” cuit Febri diakun Twitternya @febridiansyah.

Dia mengatakan, sudah ketemu langsung dengan Prof Edy dan tanya apa maksud dan konteks statementnya. “Akhirnya setelah diskusi, beliau klarifikasi di depan jurnalis di KPK,” ujarnya. [DIR]