Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Struktur yang merespon tindakan sosial agensi ini kemudian menjadikan ragam kebijakan diarahkan untuk memfasilitasi pemudik ini. Bahkan, meski tidak ada semacam organisasi yang mewadahi entitas pemudik, namun respon pemerintah daerah dan aparat keamanan, seperti sudah satu kata. Artinya, bahwa entitas pemudik telah menghasilkan struktur sebagai respon atas masing-masing tindakan dari pemudik dan aparat pemerintah.
Realitas pemudik ini bisa dikatakan merupakan wujud dari terciptanya dualitas struktur, di mana ada struktur berbasis entitas yang cair dan fleksibel, yakni pemudik. Pemudik juga merepresentasikan apa yang disebut sebagai asosiasi sosial. Sebab, kelompok ini tidak memiliki model struktur permanen, yang terkonsolidasi dan baku.
Berbeda dengan struktur yang lainnya, di mana mereka merupakan entitas lain yang baku dan permanen karena dibentuk berdasarkan regulasi yang jelas, tertata, dan terstruktur, yang diwakili oleh aparat keamanan, pemerintah, maupun kalangan swasta.
Baca juga : Balik Mudik Lebaran, 3 ART Sunter Agung Positif Covid
Dalam konteks lain, pemudik juga mewakili realitas sosial yang berlapis. Meski mereka menuju ke arahnya masing-masing yang secara geografis berbeda, namun tujuan mereka umumnya tunggal: kampung halaman. Oleh karena itu, proses menuju ke kampung halaman ini semakin menarik untuk didalami lebih jauh.
Pertama, para pemudik menampilkan visualisasi kelas sosial. Di mana mereka ada yang merupakan kelas elit/ atas; menengah, dan bawah. Ketiga entitas kelas ini bisa diwakili dari berbagai hal yang secara kasat mata terlihat seperti: kendaraan yang dipergunakan, penampilan, proses selama di perjalanan, dan bahkan “bekal” yang dibawa. Kelas atas biasanya menggunakan kendaraan pribadi. Kadang dalam menuju destinasi mereka singgah di hotel/ penginapan berkelas. Perjalanan mudik mereka jadikan ruang untuk berwisata dan menikmati perjalanan meski harus mengeluarkan biaya yang cukup besar.
Berbeda dengan kelas atas, kelompok menengah bawah yang juga bisa dilihat pada jenis alat transportasi yang dipilih serta pola perjalanannya. Mereka umumnya menikmati perjalanan dengan segala dinamikanya di jalan. Kadang ada yang lama di kendaraan umum, sepeda motor, atau kendaraan pribadi. Mereka jarang menyiapkan waktu untuk singgah menginap dan piknik dulu diperjalanan. Sebab tujuan mereka hanya satu: kampung halaman.
Baca juga : Edhy Prabowo Jadikan Lebaran Momen Evaluasi Diri
Kedua, para pemudik juga merupakan wujud dari reproduksi budaya yang sangat lokal. Karena mereka ada dan hadir dalam kultur Indonesia/ Nusantara yang khas. Sebab, seperti kita ketahui, bahwa negara-negara yang jumlah masyarakat penganut agama Islamnya besar, belum tentu memiliki budaya mudik seperti di Indonesia. Budaya mudik di Indonesia direproduksi secara cerdas oleh bangsa ini sehingga memberikan makna mendalam bagi sistem sosial dan tata kelola kehidupan bangsa ini.
Pada aras kedua inilah kita bisa menemukan alasan para pemudik setiap tahun. Mereka akan berusaha mudik ke tujuannya, walau banyak hambatan dan larangan. Proses reproduksi ilmu pengetahuan yang sudah mengalami kristalisasi secara turun temurun itu menunjukkan bahwa menghapus budaya mudik yang sudah menjadi bagian dari kultur bangsa, bisa jadi hanya menghabiskan energi secara sia-sia. [*]
[Penulis adalah Doktor Sosiologi dari Universitas Indonesia (UI), Pengampu MK Sosiologi Perkotaan, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Anggota Komisi Infokom MUI Pusat]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya