Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jokowi Minta Pencairan Dana PEN Cepat Dan Tepat
Stop, Kebiasaan Buruk Kebut Anggaran Pada Akhir Tahun..!
Jumat, 28 Mei 2021 05:02 WIB
Sebelumnya
Realisasi pengadaan barang dan jasa pemerintah pusat juga baru 10,98 persen. Sementara, pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah masih kurang dari 5 persen.
Anggota Komisi XI DPR Muhidin M Said meminta pemerintah mengambil langkah tegas agar serapan anggaran belanja PEN, maupun serapan belanja pemerintah pusat dan daerah maksimal.
“Yang kerap jadi masalah, serapan belanja pemerintah pusat dan daerah baru dikebut di akhir tahun. Kebiasaan buruk ini harus dihilangkan,” tegas Muhidin kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Jokowi Minta Pencarian Kapal Selam Nanggala 402 Dioptimalkan
Muhidin mengusulkan hukuman berat, jika ada Kementerian/ Lembaga (K/L) atau Pemerintah Daerah (Pemda) yang menahan uangnya, padahal harusnya di belanjakan agar ekonomi berputar.
Bentuk hukumannya, lanjut dia, bisa penahanan anggaran bagi Pemda atau K/L yang serapan belanjanya rendah. Sebelum kembali dicairkan, Pemda dan K/L harus memberikan laporan pertanggungjawaban lebih dulu pemanfaatan anggaran yang sudah diberikan.
“Kalau sarapan rendah ya harus dihukum. Selama ini hanya ancaman, tapi hukumannya tidak berjalan. Padahal, perputaran uang sangat dibutuhkan untuk menggerakkan perekonomian,” tegas politisi Partai Golkar itu.
Baca juga : Puan Minta Pencarian Dan Penanganan Korban Banjir NTT Lebih Maksimal
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, belanja pemerintah sebagai komponen penting pemulihan ekonomi belum menunjukkan performa sesuai ekspektasi. Kondisi ini akan menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi.
Ditambah lagi, penyerapan PEN di tahun ini yang masih rendah, membuat target pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2021 kian sulit dicapai.
“Percepatan serapan anggaran menjadi penting. Selama ini sudah jadi kebiasaan, serapan baru dikebut di akhir tahun. Padahal, sekarang butuh stimulus yang cepat dan tepat,” kata Bhima. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya