Dark/Light Mode

Soal Kabar Jakarta Terburuk Tangani Covid

Menkes Minta Maaf Ke Anies

Sabtu, 29 Mei 2021 07:50 WIB
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat melakukan klarifikasi dengan menggelar konferensi pers secara virtual, Jumat (28/5/2021). (Foto: Humas Kemenkes RI)
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat melakukan klarifikasi dengan menggelar konferensi pers secara virtual, Jumat (28/5/2021). (Foto: Humas Kemenkes RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS) gerak cepat alias gercep menyikapi polemik nilai E yang didapat Pemprov DKI dalam menangani Covid-19. Dengan jantan, BGS mengaku ada kesalahpahaman dalam penilaian tersebut. BGS pun langsung meminta maaf ke Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Nilai E untuk DKI Jakarta itu, sebelumnya dipaparkan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR, di Senayan, Kamis (27/5). Menurut Dante, nilai tersebut diberikan berdasarkan penghitungan laju penularan, bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian kamar rumah sakit, dan penelusuran kasus.

Penilaian ini langsung menjadi polemik. Sebagian pihak langsung menggunakannya sebagai senjata untuk menyerang Anies. Sebagian lagi membela Anies dan menganggap penilaian itu tidak objektif.

Berita Terkait : Soal Indikator Risiko Sebagai Alat Ukur Kinerja Penanganan Covid, Ini Penjelasan Menkes

Melihat hal ini, BGS langsung melakukan klarifikasi dengan menggelar konferensi pers secara virtual, kemarin. Dalam konferensi pers itu, BGS meminta maaf ke Anies dan para tenaga kesehatan di DKI yang sudah bekerja sekuat tenaga menangani pandemi Covid-19. Dia menyebut, telah terjadi kesalahpahaman penilaian.

“Saya sampaikan permohonan maaf dari saya pribadi Menteri Kesehatan atas kesimpangsiuran berita yang tidak seharusnya terjadi,” katanya.

Dia menjelaskan, nilai E yang diperoleh Pemprov DKI Jakarta merupakan indikator risiko yang tidak semestinya menjadi penilaian kinerja. Sedangkan untuk kinerja, DKI Jakarta merupakan salah satu provinsi dengan nilai terbaik di Indonesia.

Berita Terkait : Soal Nilai E Pemprov DKI, Anies Apresiasi Klarifikasi Dan Permintaan Maaf Menkes

Eks Direktur Utama PT Inalum itu juga mengapresiasi kinerja dan perjuangan tenaga kesehatan dan seluruh petugas di DKI Jakarta yang telah bekerja keras selama pandemi. Dia mengatakan, kinerja dari para petugas di DKI Jakarta adalah salah satu yang terbaik di Indonesia.

"Indikator risiko ini tidak seharusnya menjadi penilaian kinerja di salah satu provinsi yang sebenarnya adalah satu provinsi yang terbaik. Dan tenaga kesehatannya juga sudah melakukan hal-hal yang paling baik selama ini," tuturnya.

Di akhir konferensi pers, BGS meminta masyarakat Indonesia tidak lagi meributkan hal tersebut. Dia mengajak semua tetap fokus bekerja sama menuntaskan pandemi Covid-19.
 Selanjutnya