Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kasus Melonjak, Rusunawa Kudus Mulai Ditempati Pasien Covid-19

Sabtu, 29 Mei 2021 19:52 WIB
Rusunawa di Kabupaten Kudus, jadi tempat karantina pasien Covid-19 bergejala ringan dan tanpa gejala.
Rusunawa di Kabupaten Kudus, jadi tempat karantina pasien Covid-19 bergejala ringan dan tanpa gejala.

RM.id  Rakyat Merdeka - Juru Bicara Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus, Andini Aridewi mengatakan, Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Bakalan Krapyak dan bekas asrama Akbid di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai ditempati pasien Covid-19 tanpa gejala dan bergejala ringan. 

Pengisian tempat isolasi tersebut sudah dimulai sejak Kamis (27/5). "Kedua rusunawa tersebut dijadikan tempat isolasi dan sudah ada yang menempati," ujarnya di Kudus, Sabtu (29/5).

Berita Terkait : Rumah Sakit Sitaan KPK Jadi Tempat Karantina Covid-19

Adapun jumlah yang menempati Rusunawa, kata dia, ada 14 orang, sedangkan bekas asrama Akbid sebanyak 19 orang. 

Hal ini sesuai arahan dari Kementerian Kesehatan untuk menyediakan tempat isolasi terpusat. Para pasien yang ada di kedua tempat tersebut, kata dia, akan berupaya semaksimal mungkin untuk merawat dan memantau pasien-pasien yang isolasi mandiri tersebut.

Berita Terkait : Top, Telkom Bagikan Dividen Triliunan Di Tengah Pandemi Covid-19

Sementara untuk tenaga kesehatannya, Dinkes Kudus akan berupaya memaksimalkan yang ada di masing-masing puskesmas untuk turut terjun dalam penanganan pasien di kedua tempat isolasi tersebut.

"Kami juga menggandeng tenaga dari organisasi profesi untuk menambah sumber daya manusia (SDM) untuk merawat pasien-pasien Covid-19," ujar Andini seperti dikutip Antara.

Berita Terkait : Ini Langkah Bupati Kudus Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19

Sementara jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kudus saat ini sebanyak 7.178 kasus, sedangkan kasus aktif Covid-19 sebanyak 1.031 kasus. Sedangkan  pasien dirawat sebanyak 291 kasus, dan isolasi mandiri 740 kasus. Kasus meninggal sebanyak 598 kasus dan sembuh sebanyak 5.549 kasus. [MFA]