Dark/Light Mode

Hari Ini Malaysia Catat Angka Kematian Tertinggi Covid-19

Sabtu, 15 Mei 2021 23:44 WIB
Dirjen Kesehatan, Kementerian Kesehatan Malaysia, Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah. (Foto: thestar.com.my)
Dirjen Kesehatan, Kementerian Kesehatan Malaysia, Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah. (Foto: thestar.com.my)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) melaporkan 44 kasus kematian akibat Covid-19 pada Sabtu (15/5). Jumlah itu terdiri dari 43 warga negara Malaysia, dan satu Warga Negara Asing (WNA). Angka ini, merupakan kematian tertinggi sejak pandemi Covid-19 melanda negeri jiran tersebut.

"Hingga saat ini jumlah kumulatif kasus kematian akibat Covid-19 ialah 1.866 kasus," ungkap Dirjen Kesehatan, Kementerian Kesehatan Malaysia, Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah saat memberi laporan harian di Kuala Lumpur, Sabtu (15/5).

Berita Terkait : Tes Covid-19 Besar-besaran Digelar Selama Masa Arus Balik

Dia mengatakan kasus baru Covid-19 dalam tempo 24 jam menunjukkan sedikit peningkatan yaitu sebanyak 4.140 kasus pada Sabtu (15/5). Jumlah itu naik 27 kasus dibandingkan pada Jumat (14/5) yang berjumlah 4.113 kasus.

Negara Bagian Selangor masih tercatat sebagai daerah dengan jumlah kasus harian tertinggi sebanyak 1.507 kasus, diikuti Johor 433 kasus, dan Kuala Lumpur 398 kasus.

Berita Terkait : Lebaran Pandemi, Suharso Ajak Warga Tingkatkan Empati Terhadap Sesama

Sisanya, Pulau Pinang yang mencatatkan 338 kasus, diikuti Sarawak (324), Kedah (239), Negeri Sembilan (190), Perak (182), Terengganu (119), Pahang (116), Melaka (97), Sabah (60), Putrajaya (23), Labuan (3), dan Perlis (2).

Sementara jumlah kasus sembuh yang dicatatkan hari ini sebanyak 3.432. "Kemudian 503 pasien dirawat di ICU, dan 272 di antaranya memerlukan alat bantuan pernafasan," bebernya.

Berita Terkait : Cak Imin Khawatir Ada Ledakan Covid-19 Setelah LebaranĀ 

Dengan penambahan itu, jumlah kasus positif virus Corona secara keseluruhan di Malaysia sebanyak 466.330. Sementara kasus aktif Covid-19 di seluruh negeri jiran kini berjumlah 42.135.

"Sebanyak 15 klaster baru dilaporkan hari ini termasuk delapan klaster di tempat kerja, keagamaan (empat), pendidikan (dua) dan kelompok berisiko tinggi (satu)," tandas Noor Hisham. [JAR]