Dark/Light Mode

BGS Minta Ganjar Dampingi Bupati Kudus Tangani Lonjakan Kasus Corona

Sabtu, 5 Juni 2021 19:36 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, di rumah dinas Puri Gedeh Semarang, Sabtu (5/6). Secara langsung, Budi meminta Ganjar melakukan advokasi sekaligus pendampingan pada Bupati Kudus Hartopo, dalam penanganan lonjakan Covid-19. (Foto: jatengprov.go.id)
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, di rumah dinas Puri Gedeh Semarang, Sabtu (5/6). Secara langsung, Budi meminta Ganjar melakukan advokasi sekaligus pendampingan pada Bupati Kudus Hartopo, dalam penanganan lonjakan Covid-19. (Foto: jatengprov.go.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan pendampingan ekstra kepada Bupati Kudus Hartopo dalam menangani lonjakan kasus Covid-19.

"Saya minta Pak Ganjar membantu, beliau kan pembina jadi bisa mendukung Bupati Kudus kalau tekanannya terlalu banyak, kadang-kadang Bupati pusing mesti ngapain, tapi kalau ada kakaknya, maka dia tenang. Sebagai kakak, Pak Gub bisa membantu back up," ujar Menkes saat menemui Gubernur Ganjar Pranowo di rumah dinas Gubernur Jateng di Semarang, Sabtu (5/6).

Berdasarkan hasil pantauan, Menkes menyatakan, banyak sekali ketidaksiapan Pemkab Kudus dalam menangani lonjakan kasus Covid-19. Selain itu, Menkes juga mengatakan ada beberapa hal yang mesti dibenahi di Kabupaten Kudus. Di antaranya, mengurangi tekanan di rumah sakit Kudus dengan merujuk pasien Covid-19 yang kondisinya berat ke Kota Semarang.

"Selain itu, untuk yang positif Covid-19, namun OTG, maka harus diisolasi terpusat. Protokol kesehatan juga harus ditingkatkan, Bupati harus sering edukasi soal ini," imbaunya.

Berita Terkait : Menkes Minta Masyarakat Jangan Pilih-pilih Vaksin

Para tenaga kesehatan, lanjut Menkes, juga harus diberikan penanganan untuk menanggulangi penularan di rumah dan diminta sementara tinggal di tempat khusus seperti hotel atau asrama.

Kemenkes sendiri sudah membantu dengan mengirimkan tenaga kesehatan, dengan rincian 38 dokter dan 70 perawat ke Kudus. "Nanti kami carikan tambahan dari sini (Jateng), termasuk yang dari rumah sakit swasta," beber eks Direktur PT Inalum (Persero) itu.

Menkes juga mengaku sudah mengirimkan 50 ribu antigen ke Kabupaten Kudus untuk mempercepat testing dan tracing. Sekaligus dikirim, mobil untuk tes PCR dari Yogyakarta.

"Saya minta tracing dan testing ditingkatkan, tapi kalau sudah positif jangan isolasi di rumah atau di rumah sakit dan ditungguin. Siapkan tempat isolasi terpusat agar tidak menyebar," titah Budi.

Berita Terkait : Dokter, Perawat, Obat-obatan, Ruangan, Semuanya Sudah Siap

Selain itu, Kemenkes sudah mengirimkan 50 ribu vaksin ke Kudus. Rencananya, daerah penyangga sekitar Kudus juga ditambah jatah vaksinnya. "Dengan cara-cara ini, Insyaallah bisa dikendalikan," harapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan ada dua hal yang disampaikan Menkes dalam pertemuan dengannya. Pertama terkait penanganan medis yang saat ini disampaikan Menkes, sudah tertangani semuanya. Sementara yang kedua, secara politis.

"Nah ini tugas saya melakukan pembinaan pada Bupati Kudus, maka saya minta Bupati Kudus nggak perlu ragu. Kalau harus melakukan tindakan tertentu, lakukan saja, kalau ada kompetensi yang kurang, segera cari agar keputusan bisa cepat dan semua berjalan," tegasnya.

Ganjar juga meminta Bupati Kudus segera membuat tempat isolasi terpusat dan masyarakat yang OTG harus dimasukkan ke tempat isolasi terpusat itu.

Berita Terkait : Ini Langkah Bupati Kudus Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19

"Kalau tidak ada tempatnya, kirim ke Semarang. Kami punya beberapa tempat isolasi terpusat atau kalau mau ke Asrama Haji Donohudan, di sana juga ada. Sekarang yang penting Bupati perintahkan itu, maka semua bisa berjalan," imbau Ganjar.

Dia juga mengajak masyarakat Kudus untuk membantu penanganan Covid-19, termasuk sejumlah daerah penyangga agar saling mendukung, termasuk TNI/Polri diminta siaga.

"Semuanya sudah diberikan, maka sekarang tinggal keputusan-keputusan dari Bupati. Kami akan terus dampingi, bahkan saya punya tim yang mulai hari ini ngantor di Kudus. Kami dampingi dan advokasi, biar semuanya semangat kembali," tandas politisi PDIP itu. [OKT]