Dark/Light Mode

4 Kompi Dikirim Ke Kudus

Moeldoko: Jangan Tunggu Api Lahap Seluruh Rumah

Selasa, 8 Juni 2021 07:50 WIB
(Dari kiri) Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Letnan Jenderal Ganip Warsito, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto, Panglima TNINI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas Penanganan Pandemi Covid-19, di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/6/2021). (Foto: Setkab)
(Dari kiri) Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Letnan Jenderal Ganip Warsito, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto, Panglima TNINI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas Penanganan Pandemi Covid-19, di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/6/2021). (Foto: Setkab)

 Sebelumnya 
Hadi juga meminta penebalan Satgas PPKM mikro dan mengoptimalkan posko PPKM Mikro di Kudus. Setiap desa harus ada satu posko PPKM mikro agar zona merah menjadi kuning dan akhirnya menjadi hijau.

“Tugasnya menegakkan protokol kesehatan, membantu dan mendata pelaksanaan PCR, dan segera dilakukan pemisahan untuk isolasi jika sudah terkonfirmasi positif,” terang Hadi.

Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penyebab peningkatan kasus Corona di Kudus karena kegiatan ziarah yang dilakukan di sana. Sementara di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, karena banyaknya Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang dari negara tetangga.

Baca juga : Jadi Eksportir Bunga, Lulusan SMK Penerbangan Ini Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah

Sejumlah cara sudah dilakukan untuk membantu penanganan Corona di kedua daerah itu. Salah satunya dengan merujuk pasien berat dan sedang ke daerah lainnya. Pasien dari Kudus dirujuk ke Semarang, pasien dari Bangkalan dilarikan ke Surabaya.

“Alhamdulillah kapasitas rumah sakit di Semarang dan kapasitas rumah sakit di Surabaya itu cukup untuk bisa menerima rujukan dari daerah Kudus dan daerah Bangkalan untuk mengurai juga dan mengu

rangi tekanan di rumah sakit Kudus dan Bangkalan,” katanya. Tak hanya itu, pihaknya juga sudah mengirimkan tenaga kesehatan tambahan ke Kudus dan Bangkalan. Kemenkes sudah bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk mengisi dan mengurangi tekanan dari nakes yang cukup banyak terpapar di Kudus dan Surabaya.

Baca juga : Rakyat Punya Hak Kritik Para Pejabat, Moeldoko Jangan Baperan

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko pun ikut turun tangan. Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu mengirimkan Ivermectin yang disebut-sebut sebagai obat yang mengalahkan Corona ke Kudus.

Obat tu dikirimkan Moeldoko ke tiga kecamatan yang dianggap paling berat situasinya, yaitu Kecamatan Jati, Kecamatan Kota, dan Kecamatan Mejobo. Ivermectin gratis itu dibagikan kepada ratusan warga yang sedang dirawat di rumah sakit ataupun yang sedang isolasi mandiri.

“Keadaan darurat ini seperti rumah yang terbakar baru depannya saja, jangan sampai kita tunggu api melahap seluruh rumah, baru kita berbuat sesuatu karena akan sangat terlambat,” ujarnya, kemarin. [QAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.