Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
4 Kompi Dikirim Ke Kudus
Moeldoko: Jangan Tunggu Api Lahap Seluruh Rumah
Selasa, 8 Juni 2021 07:50 WIB
Sebelumnya
Hadi juga meminta penebalan Satgas PPKM mikro dan mengoptimalkan posko PPKM Mikro di Kudus. Setiap desa harus ada satu posko PPKM mikro agar zona merah menjadi kuning dan akhirnya menjadi hijau.
“Tugasnya menegakkan protokol kesehatan, membantu dan mendata pelaksanaan PCR, dan segera dilakukan pemisahan untuk isolasi jika sudah terkonfirmasi positif,” terang Hadi.
Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penyebab peningkatan kasus Corona di Kudus karena kegiatan ziarah yang dilakukan di sana. Sementara di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, karena banyaknya Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang dari negara tetangga.
Baca juga : Jadi Eksportir Bunga, Lulusan SMK Penerbangan Ini Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah
Sejumlah cara sudah dilakukan untuk membantu penanganan Corona di kedua daerah itu. Salah satunya dengan merujuk pasien berat dan sedang ke daerah lainnya. Pasien dari Kudus dirujuk ke Semarang, pasien dari Bangkalan dilarikan ke Surabaya.
“Alhamdulillah kapasitas rumah sakit di Semarang dan kapasitas rumah sakit di Surabaya itu cukup untuk bisa menerima rujukan dari daerah Kudus dan daerah Bangkalan untuk mengurai juga dan mengu
rangi tekanan di rumah sakit Kudus dan Bangkalan,” katanya. Tak hanya itu, pihaknya juga sudah mengirimkan tenaga kesehatan tambahan ke Kudus dan Bangkalan. Kemenkes sudah bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk mengisi dan mengurangi tekanan dari nakes yang cukup banyak terpapar di Kudus dan Surabaya.
Baca juga : Rakyat Punya Hak Kritik Para Pejabat, Moeldoko Jangan Baperan
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko pun ikut turun tangan. Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu mengirimkan Ivermectin yang disebut-sebut sebagai obat yang mengalahkan Corona ke Kudus.
Obat tu dikirimkan Moeldoko ke tiga kecamatan yang dianggap paling berat situasinya, yaitu Kecamatan Jati, Kecamatan Kota, dan Kecamatan Mejobo. Ivermectin gratis itu dibagikan kepada ratusan warga yang sedang dirawat di rumah sakit ataupun yang sedang isolasi mandiri.
“Keadaan darurat ini seperti rumah yang terbakar baru depannya saja, jangan sampai kita tunggu api melahap seluruh rumah, baru kita berbuat sesuatu karena akan sangat terlambat,” ujarnya, kemarin. [QAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya