Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Membuka jendela pengetahuan baik bagi anak-anak, remaja, maupun dewasa, saat ini sangatlah diperlukan, lewat ruang baca yang nyaman dan terkini di era kemajuan teknologi. Hal ini juga berguna untuk menangkal berita bohong atau biasa dikenal hoaks agar tidak mudah terhasut.
Masyarakat Indonesia diharapkan cerdas dan tidak mudah terprovokasi oleh hadirnya informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya, apalagi saat ini banyak informasi di media sosial yang belum tentu kebenarannya teruji, bahkan bisa memecah belah keutuhan masyarakat. Dengan demikian masyarakat harus berhati-hati dan pintar memilahnya beragam informasi yang muncul di media sosial, apalagi menyebarkan berita.
Terobosan program gerakan literasi Pojok Baca Digital (Pocadi) yang digaungkan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) sangat menarik untuk meingkatkan kemampuan berliterasi sebagai kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai kegiatan, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan berbicara.
Layanan Pocadi menjadi terobosan kerjasama antara Perpustakaan Nasional bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di seluruh Indonesia. Terobosan prasarana dan sarana ini diharapkan dapat meningkatkan minat dan budaya membaca masyarakat. Menariknya, masyarakat pun bisa membaca apa yang diinginkan dari smartphone miliknya mengingat sekarang ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Jadi mau baca apa saja, bisa di klik.
Layanan Pojok Baca Digital diakui menjadi salah satu upaya daya ungkit dalam meningkatkan budaya gemar membaca literasi menuju sumber daya manusia (SDM) unggul Indonesia maju. Saat ini pojok baca digital sudah tersebar di Indonesia hingga Indonesia Bagian Timur.
Diakui Pocadi sebagai bentuk intervensi kepada masyarakat untuk meningkatkan literasi dan membentuk literasi digital. Tentu hal ini menjadi salah satu solusi bagi pemustaka untuk mendapatkan bimbingan memanfaatkan teknologi secara bijaksana oleh pustakawan dari perpustakaan nasional, perpustakaan daerah hingga kota dan kabupaten.
Baca juga : Prof Mahfud Digoyang “Buka Masker 3 Detik”
Melalui Pocadi, perpustakaan memberikan solusi untuk bersiap menghadapi tantangan teknologi yang tidak hanya menuntut manusia Indonesia untuk pintar, tetapi harus mampu mempertahankan nilai-nilai sosial budaya luhur yang bisa saja tergerus karena teknologi. Dengan demikian Pocadi mampu meningkatkan literasi digital dan mencetak SDM unggul yang bermartabat, berbudaya dan berkarakter Indonesia.
Era industri keempat atau Industri 4.0 saat ini memberikan banyak kemudahan dan akses informasi bagi kehidupan manusia. Kemudahan tersebut tentunya tidak gratis adanya dan akan selalu ada risiko yang dihadapi salah satunya degradasi nilai kehidupan.
Istilah “yang jauh mendekat dan yang dekat menjauh” merupakan salah satu gejala dari fenomena degradasi nilai kehidupan. Contohnya seperti teknologi komunikasi yang sekarang gencar dalam format media sosial (medsos) seakan tidak memberikan jarak antar individu.
Namun sayang, terkadang orang terdekat kita jarang ditegur di dunia nyata. Bisa jadi kita banyak bercerita di dunia maya, namun jarang ngobrol atau sekedar menyapa keluarga dalam satu atap rumah. Hal ini terjadi karena ketika teknologi mulai masuk ranah sosial dan budaya kita tanpa pengetahuan yang cukup bagaimana kita memanfaatkan teknologi secara tepat dan bijak. Dalam arti mungkin kita berliterasi namun tidak di aspek digital.
Literasi merupakan sesuatu yang wajib dimiliki oleh setiap orang dalam kehidupannya. Hal ini erat kaitannya dengan kehidupan, sehingga manusia yang berliterasi tentunya merupakan manusia yang bermanfaat. Berkembangnya literasi seiring berkembangnya kehidupan teknologi, sosial dan budaya manusia.
Perkembangan literasi ini juga yang sering menjadi masalah bagi kehidupan karena teknologi yang berkembang belum tentu membawa budaya dan kehidupan sosial berkembang lebih baik. Barangkali ketika kita memahami manusia menjadi lebih baik dengan teknologi tidak selalu salah.
Hal tersebut benar karena pekerjaan lebih mudah, tingkat akurasi setiap pekerjaan semakin tinggi, keamanan bekerja semakin baik dan berbagai aspek kehidupan semakin mudah. Tetapi jika kita tidak bisa menjaga nilai-nilai sosial budaya maka teknologi akan menggerus nilai-nilai baik dalam kehidupan demi kemudahan yang didapatkan manusia.
Baca juga : Jenderal Listyo Happy Banget
Literasi Digital
Manusia yang berliterasi digital bisa diartikan sebagai orang yang mampu memanfaatkan kemajuan era teknologi saat ini, baik secara fungsi maupun etis. Umumnya kita mampu memanfaatkan teknologi digital, namun kurang memperhatikan etika penggunaanya. Apalagi pada masa kini kita menyadari orang-orang yang pandai beradaptasi dan menggunakan teknologi mutakhir adalah para generasi muda yang akan memimpin bangsanya.
Akibatnya bisa terjadi degradasi nilai kehidupan yang berdampak kepada turunnya nilai-nilai sosial budaya di tengah masyarakat. Sesuatu yang hilang seperti menghargai orang lain, empati, sopan santun dan sebagainya, sehingga peningkatan literasi khususnya literasi digital merupakan hal penting yang tidak bisa ditunda-tunda.
Perpustakaan Nasional sebagai salah satu lembaga yang memiliki peran utama dalam meningkatkan literasi mengambil langkah signifikan untuk menghadapi tantangan tersebut. Dalam Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan pasal 5 ayat 1 poin a, menyatakan bahwa “Masyarakat mempunyai hak yang sama untuk memperoleh layanan serta memanfaatkan dan mendayagunakan fasilitas perpustakaan”. Ini ditegaskan kembali pada ayat 2 yang menyatakan “Masyarakat di daerah terpencil, terisolasi, atau terbelakang sebagai faktor geografis berhak memperoleh layanan perpustakaan secara khusus.”
Dengan perintah konstitusional ini, Perpustakaan Nasional memiliki amanah untuk memberikan akses layanan ke seluruh rakyat Indonesia, baik langsung maupun melalui perpustakaan daerah, kota dan kabupaten. Dengan begitu untuk menyentuh lebih dekat ke tengah-tengah masyarakat, Perpustakaan Nasional melakukan intervensi lebih jauh. Selain perpustakaan keliling, perpustakaan desa dan sekarang membuat Pojok Baca Digital (Pocadi) dengan tujuan intervensi peningkatan literasi di tengah-tengah masyarakat.
Pocadi
Pojok Baca Digital ini akan menjadi menarik banyak perhatian dan minat bila diletakkan di tempat-tempat strategis dimana umumnya masyarakat berkumpul. Pada saat ada waktu luangnya sembari beraktivitas, di tempat tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. Sebut saja terminal, bandara, pasar, taman kota, rumah sakit dan pusat perbelanjaan akan menjadi sasaran utama Pocadi ditempatkan.
Tentunya dengan menempatkan Pocadi di tempat tersebut kegiatan mengantri yang dilakukan masyarakat lebih bermanfaat. Tentunya fasilitas wadah ini tidak hanya menyediakan bacaan dan fasilitas lain yang berbentuk digital. Terdapat pustakawan yang siap melayani dan memberikan bimbingan literasi digital kepada masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut. Alhasil, fasilitas digital yang digunakan tidak semata-mata hanya memanfaatkan teknologi saja, namun pemustaka mendapatkan bimbingan memanfaatkan teknologi tersebut dengan bijaksana.
Baca juga : Gaet BSI, PLN Tingkatkan Layanan Buat Pelanggan
Melalui Pocadi layanan digital dari perpustakaan nasional, perpustakaan daerah dan kabupaten kota dapat dinikmati oleh masyarakat tanpa harus datang (on site) ke perpustakaan. Perbedaan utama layanan ini dari iPusnas adalah interaksi pustakawan dan pemustaka.
Di iPusnas pemustaka tidak dapat berinteraksi dengan pustakawan, namun melalui Pocadi interaksi pengguna dengan pustakawan terjadi dengan leluasa sehingga pustakawan dapat memberikan bimbingan literasi digital dengan baik. Begitu juga dengan pemustaka, akan mendapatkan pengetahuan dan life skill mengenai pemanfaatan teknologi secara bijaksana.***
Penulis: Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya