Dark/Light Mode

Lawan Rencana Mark Up Anggaran 600 Persen

Prabowo Takut Dikutuk

Minggu, 13 Juni 2021 14:20 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dalam tayang Podcast Deddy Corbuzier, Minggu (13/6/2021). (Foto: YouTube)
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dalam tayang Podcast Deddy Corbuzier, Minggu (13/6/2021). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menegaskan tidak bakal meloloskan anggaran pertahanan yang tidak wajar. Dibeberkannya, ada rencana mark-up anggaran pertahanan, gila-gilaan. Dan, ditolaknya.

"Barang katakanlah X harganya, kemudian mark-upnya sampai 600 persen. Maaf, mungkin banyak orang tidak suka sama saya, saya enggak mau tanda tangan, saya tidak akan loloskan," tegas Prabowo dalam podcast Deddy Corbuzier seperti dilihat, Minggu (13/6).

Berita Terkait : Prabowo Waspadai Penghianat Bangsa

Prabowo menuturkan, mengelola anggaran pertahanan dengan baik merupakan tanggung-jawabnya sebagai Menhan. Hal itu harus dipertanggung-jawabkan ke Presiden dan masyarakat.

“Saya lapor ke Presiden. Saya nggak mau. Itu kan tanggungjawab saya kepada bapak Presiden dan rakyat, kepada sejarah, bener nggak? Saya takut, saya takut dikutuk oleh generasi mendatang,” ujarnya.

Berita Terkait : Prabowo Itu, Sedikit Bicara Banyak Kerja

Menurutnya, pihaknya sudah menyusun sistem untuk mencegah potensi penyalahgunaan anggaran. Dia akan menggandeng Kejaksaan, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), dan Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pembangunan untuk mengawal anggaran di Kementerian Pertahanan (Kemhan).

“Saya rencananya mengundang kejaksaan, BPKP sama BPK untuk periksa semua kontrak kita sebelum kontrak itu efektif,” beber Prabowo.

Berita Terkait : Mega Senangnya Nggak Ketulungan

Selain itu, Prabowo berupaya untuk bernegoisasi langsung dengan produsen Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista). Hal ini untuk mengetahui detail harga Alutsista yang akan dibeli Indonesia. [SRF]