Dark/Light Mode

Corona Menggila, Siapa Yang Salah

Luhut Jawabnya Begini, Ganjar Jawabnya Begitu

Kamis, 17 Juni 2021 07:30 WIB
Kolase foto Luhut Binsar Pandjaitan dan Ganjar Pranowo. (Foto: Istimewa)
Kolase foto Luhut Binsar Pandjaitan dan Ganjar Pranowo. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejak libur Lebaran, kasus Covid-19 terus menanjak. Hampir menembus 2 juta. Kalau main salah-salahin, siapa yang paling layak disalahkan? Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Luhut Binsar Pandjaitan bilang, ini salah semua pihak. Sementara Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta dirinya yang disalahkan.

Luhut menyebut, kenaikan jumlah kasus Corona karena kesalahan seluruh pihak yang tak menaati larangan mudik. Menko Kemaritiman dan Investasi ini pun minta semua pihak untuk refleksi diri. “Inilah kesalahan kita ramai-ramai," ucapnya, dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (15/5).

Luhut menegaskan, Pemerintah sudah berkali-kali mewanti-wanti agar masyarakat tidak mudik dulu di Lebaran kemarin. Tapi, masih banyak masyarakat yang bandel. Mereka memaksakan tetap mudik dibanding diam di rumah.

Berita Terkait : Luhut: Mari Berkaca, Inilah Kesalahan Kita Rame-rame

“Pemerintah sudah minta habis-habisan supaya kita stay at home, tidak mudik. Tapi, kita tetap ramai-ramai. Ini buahnya. Jadi, semua kita harus melakukan perenungan," ucapnya.

Luhut tidak hanya menyentil masyarakat yang nekat mudik, tapi juga elite. Dia menyebut, ada elite yang tidak memberikan contoh baik dalam penanganan Covid-19. Namun, dia tak merinci elite yang dimaksud.

"Kalau kita sebagai pemimpin tidak memberikan contoh, ini dampaknya seperti sekarang ini. Banyak korban yang tidak kita sadari, langsung atau tidak langsung akibat kelakuan kita sendiri," ujarnya.

Berita Terkait : Corona India Masuk Kudus, Ganjar Minta Warga Jaga Prokes

Sikap berbeda ditunjukkan Ganjar. Dia tampil bijak menyikapi ledakan kasus Covid-19 di Jateng. Sosok yang disebut-sebut lembaga survei sebagai kandidat potensial capres 2024 itu, meminta disalahkan atas lonjakan kasus Covid-19.

Sikap ini lebih khusus disampaikan Ganjar karena ada dua warga Kudus yang meninggal akibat Covid-19. Sebelumnya, kedua warga Kudus itu ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali, untuk menjalani isolasi. Namun, dalam proses isolasi, mereka meninggal dunia.

“Kalau ada yang meninggal, harus ada yang disalahkan. Maka, saya bilang, salahkan saya. Saya yang bertanggung jawab,” ujar Ganjar, dalam webinar bersama Keluarga Alumni UGM Yogyakarta (Kagama), kemarin.
 Selanjutnya