Dark/Light Mode

Corona Kudus Masih Menggila, Madura Diusulkan Karantina Pulau

Ganjar-Khofifah Ujiannya Berat

Rabu, 9 Juni 2021 07:35 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tengah) memberi keterangan kepada wartawan didampingi Menkes Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron (kanan) usai menggelar Rakor penanganan Covid-19 di Pendopo Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (8/6/2021). (Foto: ANTARA/Ikvina)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tengah) memberi keterangan kepada wartawan didampingi Menkes Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron (kanan) usai menggelar Rakor penanganan Covid-19 di Pendopo Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (8/6/2021). (Foto: ANTARA/Ikvina)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa lagi dapat ujian berat. Ada kabupaten di wilayahnya masing-masing lagi dihajar habis-habisan oleh Corona. Keduanya dituntut bisa memenangkan perang lawan Corona dan mencegah virus sialan itu menular ke daerah lainnya.

Ujian bagi Ganjar saat ini, yakni kasus Corona di Kabupaten Kudus yang masih menggila. Hingga kemarin, ada 1.971 warga dirujuk ke rumah sakit untuk dirawat dan diisolasi. Jumlah ini tertinggi di seluruh daerah di Jawa Tengah.

Bahkan, ada pasien positif Corona terpaksa harus diisolasi ke luar daerah. Salah satunya, di Asrama Haji Donohudan, Bayolali. Sudah ratusan warga Kudus yang berstatus positif Corona diisolasi ke wilayah ini.

Berita Terkait : Viral Video Ulang Tahun Bareng Emil Dardak, Ini Penjelasan Resmi Khofifah

Tingginya kasus Corona di Kudus ini, membuat 7 daerah lain di Jawa Tengah kini berstatus zona merah. Yakni, Jepara, Pati, Demak, Grobogan, Sragen, Brebes, dan Tegal.

Menurut Ganjar, meluasnya daerah zona merah di Jateng tidak lepas dari lonjakan kasus di Kudus dan Brebes. Masih adaya migrasi warga, membuat daerah lain ikut tertular.

“Nah, yang Kudus ini merembetnya satu kelompok. Jadi, nampak-nampaknya kok terkonfirmasi ya di Jepara, Pati, Demak, Grobogan sampai ke Sragen,” ujar Ganjar di Kantornya, kemarin.

Baca Juga : Galaxy A72, Mengklaim Mabar Lancar Tanpa Lag

Politisi PDIP itu mengaku terus memberi perhatian serius dengan mendampingi Pemkab Kudus dalam rangka penanganan lonjakan kasus. Misalnya, melakukan dropping tenaga kesehatan.

Total, ada 120 tenaga kesehatan yang dikirim Ganjar ke Kudus. Terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, apoteker, analis kesehatan dan tenaga gizi.

“Tambahan nakes sudah kami kirimkan. Data yang sudah masuk, kami kirim 5 dokter paru, 5 dokter penyakit dalam, 38 dokter umum, 60 perawat, 7 tenaga analis kesehatan, 3 apoteker dan 2 tenaga gizi,” kata Ganjar.

Baca Juga : Medvedev Tumbang, Zverev Melenggang Ke Semifinal

Menurutnya, tenaga kesehatan yang dikirim itu tidak hanya bersumber dari Provinsi. Ada dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan dari kampus-kampus kesehatan.

Kondisi di Kudus ini, tidak jauh berbeda juga terjadi di Bangkalan, Jawa Timur. Jumlah kasus positif Corona terus naik tiap harinya. Terparah, di Kecamatan Arosbaya, Klampis, dan Kecamatan Bangkalan. Tingkat kematiannya pun tinggi. Mayoritas, pasien Covid-19 tidak bertahan lama. Tak sampai 24 jam mendapat perawatan, banyak pasien meninggal dunia.

Khofifah mengaku telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menekan jumlah kasus Covid-19 di Bangkalan. Di antaranya, melakukan percepatan rujukan pasien Covid-19 dari Bangkalan ke RS Dr Soetomo dan rumah sakit rujukan lainnya di Surabaya.
 Selanjutnya