Dewan Pers

Dark/Light Mode

Vaksinasi Massal, Ketum Kadin Targetkan 15.000 Orang

Senin, 28 Juni 2021 20:51 WIB
Ketum Kadin Rosan P. Roeslani bersama Anindya N. Bakrie dan Arsjad Rasjid memberikan keterangan pers usai diterima Presiden Jokowi, di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (28/6)
Ketum Kadin Rosan P. Roeslani bersama Anindya N. Bakrie dan Arsjad Rasjid memberikan keterangan pers usai diterima Presiden Jokowi, di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (28/6)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kamar Dagang dan Industri (Kadin),  Indonesia akan menggelar pelaksanaan vaksinasi massal bagi 15.000 orang 

Kegiatan ini untuk mendukung program vaksinasi Pemerintah sebagai upaya mencapai kekebalan komunal (herd immunity) dalam menghadapi pandemi 
Covid-19. 

“Kami menghadap Presiden hari ini untuk melaporkan kegiatan vaksinasi besar-besaran, 15.000 vaksinasi yang akan kita lakukan dan persiapan Munas Kadin pada 30-31 Juni di Kendari ,” ujar Ketua Umum (Ketum), Rosan P Roeslani usai diterima Presiden Jokowi  di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/6).

Berita Terkait : Presiden Targetkan Dua Kali Lipat Vaksin Pada Agustus

Rosan menegaskan, pelaksanaan kegiatan vaksin akan dilaksanakan di ruangan terbuka dan dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Dalam pertemuan itu, Rosan juga memaparkan tentang perkembangan pelaksanaan Program Vaksinasi Gotong Royong.

“Yang daftar dulu itu total 28.400 perusahaan lebih, dengan jumlah 10,6 juta orang lebih. Batch pertama sebesar 500 ribu vaksinasi sudah dijalankan, itu di daerah Jabodetabek untuk industri manufaktur. Batch kedua sebesar satu juta sudah sampai, ini sudah baru mulai jalan di industri terutama perbankan dan financial services,” terangnya.

Berita Terkait : Nggak Dikasih Krim Keju, Pelanggan Todongkan Senpi

Ketum Kadin ini menyampaikan, Presiden meminta agar program vaksinasi dengan skema ini dapat berjalan seiring dengan program vaksinasi yang dilakukan oleh Pemerintah.

“Saya juga melaporkan ke Bapak Presiden mengenai Vaksinasi Gotong Royong ini dan penyempurnaan-penyempurnaan apa yang dilakukan. Arahan Presiden adalah bagaimana vaksinasi program dan Vaksinasi Gotong Royong ini bisa berjalan bersamaan sehingga target dari herd immunity bisa tercapai,” ujarnya.

Lebih lanjut Rosan menegaskan, bahwa pihaknya akan terus mengintensifkan guliran vaksinasi ini, mengingat baru sekitar 500 perusahaan yang sudah menjalankan vaksinasi dari 28.400 perusahaan yang sudah mendaftar.

Berita Terkait : Belasan Mahasiswa UEU Raih Beasiswa Kuliah di Luar Negeri

“Harapannya, vaksinnya datang lebih cepat dan vaksinasin ini kita bisa laksanakan lebih cepat juga dengan tetap mengacu kepada aturan yang ada,” tandasnya. [MFA]