Dark/Light Mode

Annisa Marwa, Pustakawan Perpusnas

Kekayaan Bengkulu, Dari Bunga Rafflesia, Benteng Marlborough, Sampai Tabut

Selasa, 6 Juli 2021 23:17 WIB
Benteng Marlborough di Bengkulu (Foto: Istimewa)
Benteng Marlborough di Bengkulu (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Pantai Panjang
Pantai Panjang ini sesuai dengan namanya dengan panjang sekitar 7 kilometer (km). Pohon cemara dan pinus menghiasi di sekitar pantai dan membuat pantai ini tampak berbeda dengan pantai lain yang pada umumnya hanya dihiasi pohon kelapa.

Pantai berpasir putih ini dapat dijangkau dari pusat kota karena jaraknya cukup dekat yakni 3 kilometer dengan waktu kurang lebih 15 menit. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan wisatawan pantai panjang. Di antaranya surfing, karena pantai ini memiliki ombak yang cukup besar, bermain voli pantai, jogging, bahkan bersantai menatap laut dari pesisir.

Danau Dendam Tak Sudah
Danau ini memiliki nama yang sangat unik. Nama ini bermula ketika masa Belanda saat menduduki wilayah Indonesia. Danau ini dibuat agar air tak meluap sehingga proses pembuatan jalan lebih mudah. Danau ini memiliki luas sekitar 577 hektar, di Bengkulu Utara. Jarak kota ke danau berkisar 6 kilometer, dengan waktu 30 menit. Danau ini sangat asri karena dikelilingi hutan rimbun dan bukit-bukit.

Tak hanya nama danau yang istimewa, danau ini memiliki tumbuhan endemik seperti Anggrek Pensil (Vanda Hookeriana) dan hanya tumbuh di kawasan danau ini. Terdapat pula hewan langka mendiami danau, yakni utung dan kera ekor panjang. Keasrian tempat ini menjadi salah satu kenyamanan wisatawan.

Bunga Rafflesia Arnoldi
Nama Bunga Rafflesia berasal dari penemunya pada tahun 1818 yakni Thomas Stamford Raffles. Pada tahun 1993, bunga Rafflesia Arnoldi menjadi tanaman nasional, dengan status konservasi. Bentuk bunga Rafflesia sangat unik, karena bunga ini mekar dari kuncup tanpa batang dan daun. Bunga ini hanya dilengkapi dengan “haustorium” jaringan seperti akar dengan fungsi menghisap sari makanan.

Beberapa fakta mengenai bunga Rafflesia Arnoldi yakni tumbuhan parasit, karena tidak melakukan fotosintesis dan mengambil makanan dari inangnya. Kemudian, berbau busuk seperti bangkai. Tujuan bau busuk adalah mengundang serangga. Tumbuhan ini tumbuh di hutan Jawa dan Sumatera dan hanya bisa tumbuh di pohon sejenis anggur hutan. Sulit berkembang biak karena butuh 21 bulan untuk kuncup hingga bunga ini mekar.

Rumah Pengasingan Bung Karno
Pada masa pemerintahan kolonial Belanda tahun 1938, Soekarno pernah diasingkan ke Bengkulu. Masa pengasingan di Bengkulu berakhir pada tahun 1942. Pada mulanya, rumah ini milik pengusaha Tionghoa bernama Tan Eng Cien yang bekerja untuk Belanda sebagai penyalur sembako.

Rumah ini sangat luas, berbahan dasar kayu dan terdiri dari beberapa ruangan. Di antaranya ruang kerja, ruang tidur kelauarga, ruang tidur tamu. Sedangkan pada dinding ruangan, terdapat foto rumah dan masjid karya bangunan Bung Karno, karena beliau adalah arsitek. Juga ada foto Soekarno dan Ibu Fatmawati bersama keluarga besar lainnya.

Rumah ini berlokasi di Jalan Jeruk, Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu. Kini, nama jalannya berubah menjadi Jalan Soekarno-Hatta.***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.