Dark/Light Mode

Di Dunia Maya

Luhut Disodori Data Dan Video Menyedihkan

Kamis, 15 Juli 2021 07:40 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan saat memimpin rapat koordinasi virtual tentang evaluasi PPKM Darurat di Jateng dan DIY, Rabu (14/7/2021). (Foto: Humas Kemenkomarves)
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan saat memimpin rapat koordinasi virtual tentang evaluasi PPKM Darurat di Jateng dan DIY, Rabu (14/7/2021). (Foto: Humas Kemenkomarves)

 Sebelumnya 
Akun @hamdanrosidin juga ikut meramaikan #PakLuhut. Unggahan dia menggambarkan video seorang bapak yang terpaksa menyerahkan kedua anak balitanya ke petugas Dishub agar diurusi. Sebab, dia tak mampu lagi menahan gempuran pandemi terhadap ekonominya. “Pak Luhut ini kumaha eta,” imbuhnya.

“Gimana ni Pak Luhut?” tanya @juliantojulis dengan memfoto ulang judul berita ‘Rekor Positif Covid-19 Meroket, Tembus 54.517 Kasus Harian’. “Pak Luhut, kawan saya semasa kecil meninggal dunia hari ini,” ujar @KrismawanNur, memberi tahu Luhut.

Baca juga : Mendes Berupaya Benahi Data Desa Untuk Mendukung SDGs

Epidemilog Universitas Indonesia, Pandu Riono ikut menyindir Luhut. Pandemi Corona dikendalikan oleh virus bukan manusia. “Virusnya naik ikut naik, bukan dikendalikan oleh Luhut,” tukasnya.

Pandu menilai, Luhut sedang panik menjalankan tugasnya terkait Komandan PPKM Darurat. “Nggak apa-apa, itu kan artinya dia sudah panik, itu pernyataan orang yang sangat panik. Luhut lagi panik,” pungkasnya.

Baca juga : Ditahan Chili, Tango Kepedasan

Hal senada dikatakan Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman. Menurut dia, kondisi Corona di Indonesia sangat-sangat tak terkendali.

Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin melihat penanganan pandemi saat ini belum maksimal. Buktinya ada wacana perpanjangan PPKM Darurat.

Baca juga : Gus Menteri Luncurkan Integrasi Data Desa dengan e-SAKIP di Sumedang

“LBP berkata begitu agar masyarakat tidak gaduh,”tandasnya. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.