Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Akun @hamdanrosidin juga ikut meramaikan #PakLuhut. Unggahan dia menggambarkan video seorang bapak yang terpaksa menyerahkan kedua anak balitanya ke petugas Dishub agar diurusi. Sebab, dia tak mampu lagi menahan gempuran pandemi terhadap ekonominya. “Pak Luhut ini kumaha eta,” imbuhnya.
“Gimana ni Pak Luhut?” tanya @juliantojulis dengan memfoto ulang judul berita ‘Rekor Positif Covid-19 Meroket, Tembus 54.517 Kasus Harian’. “Pak Luhut, kawan saya semasa kecil meninggal dunia hari ini,” ujar @KrismawanNur, memberi tahu Luhut.
Baca juga : Mendes Berupaya Benahi Data Desa Untuk Mendukung SDGs
Epidemilog Universitas Indonesia, Pandu Riono ikut menyindir Luhut. Pandemi Corona dikendalikan oleh virus bukan manusia. “Virusnya naik ikut naik, bukan dikendalikan oleh Luhut,” tukasnya.
Pandu menilai, Luhut sedang panik menjalankan tugasnya terkait Komandan PPKM Darurat. “Nggak apa-apa, itu kan artinya dia sudah panik, itu pernyataan orang yang sangat panik. Luhut lagi panik,” pungkasnya.
Baca juga : Ditahan Chili, Tango Kepedasan
Hal senada dikatakan Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman. Menurut dia, kondisi Corona di Indonesia sangat-sangat tak terkendali.
Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin melihat penanganan pandemi saat ini belum maksimal. Buktinya ada wacana perpanjangan PPKM Darurat.
Baca juga : Gus Menteri Luncurkan Integrasi Data Desa dengan e-SAKIP di Sumedang
“LBP berkata begitu agar masyarakat tidak gaduh,”tandasnya. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya