Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Sebelumnya
Bagaimana kalau sebagian besar belum divaksin? Menjawab pertanyaan ini, Bimo menyoroti India.
Baca juga : Kematian Terasa Begitu Mendekat
Bimo menyebut, negara yang kini dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi itu mencatat lonjakan angka kematian, ketika gelombang puncak kedua pada Mei 2021. Pada waktu itu, baru 10 persen penduduk yang divaksin.
Baca juga : Kena Covid Lebih Dari Sekali, Mungkinkah?
"Mirip kondisi Indonesia sekarang," cetusnya.
Baca juga : Lawan Varian Delta, Thailand Kombinasikan Sinovac Dan AstraZeneca
"Jika cakupan vaksinasi masih rendah, cara menekan angka kematian adalah dengan mengurangi penularan.Terapkan prokes," tandas Bimo. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya