Dark/Light Mode

Kena Covid Lebih Dari Sekali, Mungkinkah?

Selasa, 13 Juli 2021 21:34 WIB
Ilustrasi persiapan swab test PCR (Foto: Net)
Ilustrasi persiapan swab test PCR (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Situasi pandemi Covid-19, tampaknya masih jauh dari kata berakhir. Apalagi, varian Covid pun sepertinya rajin meng-update diri untuk mencari korban. 

Di tengah kondisi ini, penyintas Covid-19 kerap dihantui pertanyaan, mungkinkah bakal terinfeksi lagi?

Baca juga : Sinar Mas Donasikan Lebih Dari 1.200 Ton Oksigen Tiap Bulan

Menanggapi hal ini, dr. Adam Prabata yang merupakan Kandidat PhD dari Kobe University Jepang mengatakan, re-infeksi (infeksi kedua atau lebih pada orang yang telah sembuh) dari infeksi pertama oleh penyebab yang sama dalam kasus Covid-19, bisa saja terjadi.

"Sekitar 0,65-0,7 persen kasus reinfeksi terjadi pada pasien Covid-19 yang sudah sembuh, sejak 3 bulan setelah pertama kali terinfeksi," ujar Adam via laman Instagramnya.

Baca juga : Morata Selalu Jadi Kambing Hitam

Berdasarkan hasil penelitian di Denmark, penyintas Covid-19 harus memiliki proteksi antibodi minimal 80,5 persen supaya bisa terlindungi dari reinfeksi. Untuk tujuan yang sama, riset di Inggris menyebut, proteksi antibodi harus mencapai 83-89 persen. 

"Perlindungan terhadap reinfeksi, bisa bertahan setidaknya selama 7 bulan, setelah terinfeksi Covid-19. Dalam jangka waktu maksimal 6 bulan, perlindungan terhadap reinfeksi mencapai 79,3-89 persen. Jika melebihi 7 bulan, perlindungannya ada di sekitar angka 84 persen," jelas Adam.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.