Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Bali menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang perekonomiannya mengalami kontraksi paling parah akibat pandemi Covid-19. Namun kini pariwisata Bali perlahan bangkit.
Hal itu ditandai dengan kerjasama internasional yang dilakukan PT Kios Ria Kreasi bersama Paramount Pictures Amerika Serikat, untuk membangun theme park atau wahana buatan terbesar di Asia Tenggara yang lokasinya bakal berada di Pulau Dewata.
Pengamat pariwista Taufan Rahmadi mengatakan, kehadiran investasi ke Pulau Dewata ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap Bali masih sangat besar. Sejurus dengan itu, pariwisata Bali juga dianggap sangat menjanjikan terutama di masa pasca Covid-19 nanti.
Baca juga : Jelang Idul Adha, Cara Olah Daging Kurban yang Sehat di Masa Pandemi
"Saya pikir Bali tetap punya magnetnya sendiri dan berpeluang besar terkait kebangkitan sektor pariwisata. Itu saya yakini sekali," kata Taufan dalam keterangannya, Minggu (18/7).
Lebih lanjut, Taufan menilai masuknya investasi menunjukkan Bali masih memiliki ceruk pasar yang selama ini menjadi kekuatan di sektor pariwisata.
"Terlebih ini adalah konteksnya wahana. Justru wahana itu punya tembakan market yang luas. Satu, marketnya bisa wisatawan lokal yang ada di Bali. Kedua, tembakannya untuk wisatawan domestik atau wisatawn Nusantara. Ketiga, wisatawan mancanegara itu sendiri," ujarnya.
Baca juga : Di Amerika, Indonesia Tegaskan Komitmen Tangani Pandemi
Untuk mencapai kebangkitan pariwisata, Taufan menekankan pentingnya mengubah pola pikir bagaimana cara melihat Corona.
Merujuk pada apa yang dilakukan dua negara tetangga di kawasan seperti Thailand dan Singapura, menurutnya Indonesia harus mulai hidup berdampingan dengan virus asal Wuhan itu.
"Kalau Bali ingin bangkit, jadikan PPKM ini yang terakhir kali. Dengan menjadi yang terkahir, kita sudah mulai berpiikir mengubah mindset bagaimana kita melihat Covid-19. Kita harus mulai belajar berdampingan dengan Covid-19. Berarti kebijakannya yang juga bisa berdampingan dengan itu," paparnya. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya