Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban menyarankan Pemprov DKI Jakarta tidak melonggarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
"Menurut saya, PPKM yang sekarang ini, mau yang Darurat atau Level 4, atau apa pun, jangan diperlonggar," ujar Zubairi, Jumat (23/7), seperti dikutip Antara.
Menurut Zubairi, kendati angka positivity rate di DKI Jakarta sudah turun menjadi 25,7 persen dari sekitar 40 persen, tapi angka tersebut masih terbilang tinggi. Masih memerlukan penanganan yang serius dari Pemerintah.
Apalagi mengenai angka pasien Covid-19 yang meninggal dunia saat isolasi mandiri itu, yang datanya sempat mencapai 1.152 orang. "Itu kan tinggi banget angkanya," tutur Zubairi.
Menurut Zubairi, Pemerintah sudah tepat memperpanjang masa PPKM di DKI Jakarta. Selain itu, Pemerintah juga tepat menambah tempat isolasi pasien Covid-19 dan fasilitas tabung oksigen di DKI Jakarta. Langkah-langkah tersebut memang diperlukan dalam mengatasi pandemi di DKI Jakarta, yang sempat mengalami situasi darurat akibat terbatasnya kapasitas rumah sakit
Zubairi melihat, saat ini, Pemerintah sudah lebih baik dibanding beberapa waktu lalu dalam menangani persoalan Covid-19 di Jakarta. Ia mengatakan, data Covid-19 di DKI Jakarta menunjukkan penurunan positivity rate selama seminggu terakhir, dari sekitar 40 persen menjadi 25,7 persen, sejak adanya PPKM Darurat.
Dia juga memohon dengan sangat agar masyarakat DKI Jakarta tidak menggelar aksi unjuk rasa menolak PPKM. Agar tidak berisiko menimbulkan klaster baru.
"Jadi, amat sangat mohon jangan demo. Karena datanya menunjukkan Jakarta sedang bagus. Jadi, tidak ada alasan untuk demo, karena hasilnya baik," ujar Zubairi. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya