Dewan Pers

Dark/Light Mode

Senior AHY Ingatkan Dewi Tanjung, Jangan Bangunkan Macan Tidar

Sabtu, 17 Juli 2021 20:15 WIB
Mayor (Purn) Muhammad Saleh Karaeng Sila. (Ist)
Mayor (Purn) Muhammad Saleh Karaeng Sila. (Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mayor (Purn) Muhammad Saleh Karaeng Sila, angkat bicara soal postingan Caleg gagal PDIP dari Bogor Dewi Tanjung yang menyerang Annisa Pohan, istri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Mantan pelatih terbaik batalyon Raider, yang memilih pensiun dini itu menegaskan, tidak ada yang salah dengan stateman Annisa Pohan.

 

Berita Terkait : Susuri Sungai Terpanjang Pake Kayak Selama 45 Hari

Salah satu yang pernah dia latih adalah Panglima Divisi Infanteri Kostrad Mayjen TNI Kunto Wibowo, putra mantan Wapres Try Soetrisno

“Apa yang disampaikan Annisa Pohan ini hanya mengingatkan Pemerintah, agar jangan menjual vaksin pada rakyat,” kata Saleh dalam rekaman video yang diunggah di kanal Youtube MPS.

Gayung bersambut,  Presiden Jokowi pun akhirnya membatalkan program vaksin gotong royong individu atau vaksin berbayar, pada Sabtu (16/7), empat hari setelah Annisa mencuit. 

Berita Terkait : BUMN Dapat Suntikan Modal Rp 106 Triliun

Semula program ini akan digelar di seluruh klinik Kimia Farma dengan biaya hampir Rp. 900 ribu untuk dua kali vaksin, termasuk layanan. Kimia Farma memungut 20 persen  marjin keuntungan dari vaksin dan 15 persen marjin keuntungan dari layanan dari program ini.

Karena Dewi Tanjung juga menyebut-nyebut nama AHY dan mempertanyakan kemampuannya. Saleh, sebagai senior AHY di Akmil, mengingatkan, bahwa AHY itu cerdas, lulusan terbaik. 

"(Peraih) Adhi Makayasa (gelar bagi lulusan terbaik Akmil -red) di angkatannya. Dia terbaik diantara kawan-kawan seangkatannya pada masa itu,” tegasnya.

Berita Terkait : Suka Ganggu Tetangga Dengan Ringkikan Kuda

Dengan logat Sulawesi yang kental, Saleh menegaskan, “Adik saya ini rela mengorbankan nyawanya untuk membela tanah air. (Dia) ke Libanon (sebagai anggota pasukan perdamaian), rela mengorbankan nyawanya untuk membela nama baik negara ini, memimpin pasukan ke sana.” 

Saleh mengimbau, “Tolonglah jangan bangunkan Macan-macan Tidar di negeri ini. Kami sudah capek perang melawan musuh-musuh negara dulu. Kami sekarang ingin membangun negara. Saya sudah capek perang, masak saya sekarang ini masih harus mencari-cari yang kayak gini-gini lagi seperti ini dengan rakyat sendiri.” 
 Selanjutnya