Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kabar Corona Masih Nano-nano

Ada Yang Mulai Melegakan, Ada Yang Mengkhawatirkan

Senin, 26 Juli 2021 08:12 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Istimewa)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlangsung dua periode, kabar Corona masih nano-nano. Ada manisnya. Ada juga asemnya. Ada kabar yang mulai melegakan. Ada juga yang masih mengkhawatirkan.

Salah satu kabar yang melegakan adalah mulai adanya ruang kosong di Instalasi Gawat Darurat (IGD), di rumah sakit-rumah sakit yang ada di Jakarta. Menurut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kini, IGD tidak lagi penuh sesak seperti beberapa waktu lalu.

Berita Terkait : Apa Ada Yang Main Di Air Keruh?

"Perkembangan terbaru, tadi barusan kami lihat sama-sama, IGD-IGD sekarang ruangnya banyak yang kosong. Sudah mulai ada ruang kosong di IGD kita. Jadi, bila melihat laporan dari rumah sakit, jumlah keterisian IGD tidak lagi full," terang Anies, di Acara Vaksinasi Kadin Indonesia bersama TNI Polri, yang disiarkan langsung di kanal YouTube Kadin Indonesia, kemarin.

Kabar melegakan berikutnya, positivity rate mengalami tren penurunan. Pada Selasa (13/7), positivity rate sempat menyentuh 41 persen. Kemudian turun menjadi 36 persen pada Jumat (16/7). Minggu (18/7), angkanya turun lagi ke level 28 persen. Kemudian Sabtu, (24/7) tingga 24 persen.

Berita Terkait : Gibran Banyak Yang Doain

Meski begitu, Anies tidak bisa mengklaim bahwa kasus Corona di Ibu Kota mulai turun. Dia akan terus memantau perkembangan sambil terus melakukan pembatasan secara ketat. “Jadi, jangan kita buru-buru menyimpulkan. Karena ini berbeda," ujarnya. 

Kabar melegakan lainnya, rasio keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) rumah sakit Covid-19 di Ibu Kota turun menjadi 76 persen. Sebelumnya, tingkat BOR sempat di atas 90 persen. "Alhamdulillah, kita bersyukur per hari kemarin, BOR atau tempat tidur yang terpakai sudah menurun menjadi 8.900 atau 76 persen," ungkap Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, kemarin.
 Selanjutnya