Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kapoldanya Kenal Akidi Tio, Polda Sumsel Ogah Dibilang Kena Prank
Senin, 2 Agustus 2021 18:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Polda Sumatera Selatan (Sumsel) membantah kena prank alias dikerjain soal sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi menegaskan, Akidi Tio memang ada. Bukan sosok fiktif.
"Tidak ada prank. Akidi Tio, memang orangnya ada. Perlu saya sampaikan, Akidi Tio ada orangnya, bukan prank, tapi bantuannya itu yang kita proses," ujarnya saat menggelar konferensi pers di depan gedung Ditreskrimum Polda Sumsel, Senin (2/8).
Menurutnya, Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri mengenal Akidi Tio saat pengusaha asal Aceh itu masih hidup. Eko juga disebut mengenal anak Akidi Tio, Ahong, di Langsa, Aceh.
Sementara Heriyanti, anak bungsu Akidi Tio yang menyerahkan sumbangan Rp 2 triliun secara simbolis, Eko tidak mengenalnya.
Baca juga : Usulan MUI Ke Menko Polhukam: Longgarkan PPKM, Perketat Prokes
Dibeberkan Supriadi, hal ini berawal ketika dokter keluarga Akidi Tio, Hadi Darmawan mengemukakan rencana pemberian sumbangan dari keluarga Akidi Tio kepada Irjen Eko, tanggal 23 Juli 2021.
"Jadi beliau mendapatkan komunikasi dari Prof Hardi, merencanakan bantuan dari keluarga Akidi Tio sebesar Rp 2 triliun," bebernya.
Karena mengenal Akidi Tio, Eko menyambut baik rencana pemberian bantuan tersebut. Komunikasi hanya dilakukan Kapolda dengan Hadi, tidak dengan Heriyanti.
Direncanakan, pemberian sumbangan dilakukan secara simbolis pada 26 Juli. Kapolda pun mengundang berbagai pihak. Salah satunya, Gubernur Sumsel Herman Deru.
Baca juga : Perayaan Idul Adha, Khofifah: Sembelihlah Sifat Sombong Dan Ego Pribadi
"Seiring berjalannya waktu, akan dilaksanakan (penyerahan uang) melalui bilyet giro. Sampai waktunya bilyet giro belum bisa dicairkan, karena ada teknis yang harus diselesaikan," ungkap Supriadi.
Karena itu, hari ini polisi mengundang Heriyanti ke Mapolda Sumsel. Heriyanti sendiri sedang berada di Bank Mandiri.
"Kita garis bawahi, kita tidak menangkap, tapi undang ke Polda untuk klarifikasi, terkait rencana penyerahan dana uang Rp 2 triliun melalui bilyet giro," tegasnya.
Saat ini, Heryanti masih dalam proses pemeriksaan. Dirkrimum Polda Sumsel Kombes Hizar Siallagan meminta masyarakat bersabar menunggu hasil pemeriksaan.
Baca juga : Sukses Terapkan Transformasi Bisnis, Pegadaian Diganjar Penghargaan
"Pendalaman akan kami lakukan terus sampai kami dapat gambaran jelas, motif maupun dananya. Kami masih menggali. Kami berusaha secepatnya, kami mengerti sekali harapan masyarakat untuk menunggu kepastian, supaya kami bisa memberi penjelasan, dana yang kemarin itu, yang tanggal 26 apakah ada atau tidak," ungkap Hizar. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya