Dark/Light Mode

Kemnaker Bidik Sektor Perawat Dan Pengasuh Di Belanda

Sabtu, 26 Juni 2021 07:49 WIB
Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi bertemu delegasi Belanda di sela-sela pertemuan G20 di Catania, Italia. (Foto: Ist)
Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi bertemu delegasi Belanda di sela-sela pertemuan G20 di Catania, Italia. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia dan Belanda, baru saja melakukan pertemuan. Hasilnya, kerja sama di bidang ketenagakerjaan bakal ditingkatkan. Peluang ini langsung dimanfaatkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dengan membidik sektor perawat dan pengasuh di Negeri Kincir Angin.

Di sela-sela pertemuan G20 di Catania, Italia, Indonesia dan Belanda sepakat meningkatkan kerja sama di bidang ketenagakerjaan. Delegasi Indonesia dipimpin Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi. Sedangkan delegasi Belanda dipimpin oleh Menteri Sosial dan Ketenagakerjaan Wouter Koolmees.

Salah satu pembahasan dalam pertemuan itu adalah kerja sama terkait perlindungan sosial yang telah berakhir masa berlakunya. Pemerintah Belanda mengusulkan untuk melakukan evaluasi dan perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang tersebut.

Baca juga : Rayakan Hari Krida, Mentan Ajak Milenial Majukan Sektor Pertanian

"Kami menyambut baik rencana evaluasi dan perpanjangan MoU perlindungan sosial. Dengan kerja sama ini, kami yakin kedua negara dapat meningkatkan perlindungan sosial bagi tenaga kerja," tutur Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Hindun Anisah dalam keterangan resmi yang diterima RM.id, Jumat (25/6).

Selain perpanjangan MoU, kedua pihak juga membahas rencana penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) sektor perawat dan pengasuh ke Belanda. Kata Hindun, peluang PMI bekerja di sektor itu sangat terbuka lebar. Mengingat, Belanda tengah membutuhkan perawat dalam jumlah besar, karena meningkatnya penduduk usia tua.

"Ini tentu menjadi peluang bagus untuk penempatan specified skilled workers asal Indonesia pada sektor kesehatan, tepatnya nurse dan caregiver," ungkap Hindun.

Baca juga : Kementan Terbitkan SE Pelaksanaan Kurban Di Masa Pandemi Covid-19

Di kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan M Reza Hafiz Akbar mengatakan, terkait Presidensi Indonesia di Employment Working Group (EWG) tahun 2022, pemerintah Indonesia mendapat dukungan dari pemerintah Belanda untuk kesuksesan Presidensi di tahun depan.

Pemerintah Belanda memberikan dukungan, khususnya terhadap dua isu. Pertama, penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan dan pasar tenaga kerja inklusif menuju perubahan dunia kerja. Tujuannya untuk mendukung pekerja disabilitas masuk ke dalam pasar kerja melalui penyediaan program pelatihan kerja dan penyediaan perlindungan sosial.

Kedua, pengembangan kapasitas manusia untuk pertumbuhan produktivitas yang berkelanjutan. Dalam isu ini, kedua negara memiliki pandangan yang sama, bahwa program pelatihan kerja bukan hanya tanggungjawab pemerintah, namun juga semua pihak, termasuk pemberi kerja dan serikat pekerja.

Baca juga : Oknum Polisi Perkosa Anak 16 Tahun Harus Dihukum Berat

Isu yang dibahas lainnya, terkait pelatihan vokasi berbasis komunitas yang menjadi salah satu isu prioritas Indonesia. Sebagai catatan saja. Hingga tahun 2021, Kemnaker telah mendirikan 2.127 BLK Komunitas untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

Kabar baiknya, Belanda bakal mendukung program ini sehingga dapat menjadi solusi dalam pengembangan kompetensi berbasis komunitas sosial.

"Pemerintah Indonesia menyambut baik potensi-potensi kerja sama yang dapat dijalin antar kedua negara dalam mendukung implementasi isu-isu prioritas dimaksud," pungkas Reza. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.