Dewan Pers

Dark/Light Mode

Aplikasi PeduliLindungi Dikeluhkan, Sudah Vaksin Tak Kunjung Dapat Sertifikat

Rabu, 25 Agustus 2021 19:14 WIB
Sertifikat vaksin dalam aplikasi PeduliLindungi. (Foto: Ist)
Sertifikat vaksin dalam aplikasi PeduliLindungi. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya pemerintah mengontrol ketat penyebaran Covid-19 dengan memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi belum mulus 100 persen. Masih ada masyarakat yang menemukan kendala  teknis sehingga namanya tidak terdaftar di dalam aplikasi.

Salah satu yang mengeluhkan aplikasi ini adalah NN (29). Dia mengaku, namanya tidak terdaftar. Penyebabnya saat mendaftar untuk vaksin pertama 14 Juni lalu bareng ayahnya. Ayah NN ini masih menggunakan handphone (HP) jadul, bukan smartphone. Akhirnya, sang ayah didaftarkan via PeduliLindungi menggunakan email dan nomor pribadinya NN.

Pengakuan NN, mereka melakukan pendaftaran vaksin dosis pertama dengan nomor HP dan email yang sama. Hal itu dilakukan dengan pertimbangan, daftar harus online, undangan vaksin, dan sertifikat vaksin dikirim via WhatsApp.

Persoalan muncul setelah NN butuh sertifikat vaksin. Yang muncul di aplikasi hanya milik ayahnya. Sedangkan sertifikat vaksin NN tidak ada. Padahal jadwal vaksin kedua mereka tanggal 8 September. Menggunakan vaksin AstraZeneca.

Kasus hampir mirip juga dialami SS (39). Dia menuturkan, saat pendaftaran vaksin untuk orang tuanya menggunakan email miliknya. Orangtua SS sudah sepuh sehingga harus didaftarkan sang anak. Dia bersama orangtuanya melakukan vaksinasi dengan email yang sama serta nomor HP milik SS yang dengan provider XL.

Berita Terkait : Kemenhub Terapkan Aplikasi PeduliLindungi Di Seluruh Moda Transportasi

Masalah muncul ketika SS ingin mengecek sertifikat vaksin mereka. Dia mengaku tidak bisa. Alasannya, email tersebut sudah terdaftar.

"Apakah mungkin ini karena saya sudah daftar di aplikasi PeduliLindungi dengan email yang sama? Tapikan saya pakai nomor HP berbeda," curhat SS kebingungan dalam keteranganya, Rabu (25/8).

Saat mencoba daftar pakai nomor HP tetap tak bisa. Respon aplikasi PeduliLindungi adalah, "mohon masukkan data yang benar". SS tak mengerti kenapa demikian. Dia menduga, masalah disebabkan sistem HP sudah mencatat otomatis.

"Jadi ini HP saya tapi saat saya masukkan nama saya kok tetap nggak bisa. Apakah ini karena saya sudah daftar PeduliLindungi dari nomor Simpati ya,  bukan XL," tuturnya menambahkan, ia kini tak bisa akses sertifikat vaksin orangtua di aplikasi PeduliLindungi. Lantaran untuk daftar saja kesusahan.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Usman Kansong berjanji akan menampung semua keluhan ataupun masukan dari para pengguna PeduliLindungi.

Berita Terkait : Jokowi Ke Kepala Daerah: Kalau Vaksin Datang, Cepat Habiskan!

Kominfo berjanji memberikan solusi untuk menyempurnakan aplikasi tersebut. Dia menjelaskan, dalam memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi yang diutamakan adalah memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor smartphone. Jika ada persoalan nomor NIK benar tapi nomor HP tidak sesuai, hal itu nanti bisa dibenahi.

"Karena yang utama adalah NIK. Kejadian ini baru ditemukan, kalau masuk NIK maka masukkan juga nomor HP yang kita pegang pada waktu itu. Mestinya tidak ada kendala kalau nomor Hp-nya berbeda," katanya.

Dia mengatakan, masukan pengguna mulai dari masyarakat hingga pelaku usaha menurutnya sangat berarti. Pihaknya akan membuat daftar identifikasi masalah. "Kalau ada persoalan maka nanti ini dipelajari lagi masuk lingkup developer atau memang itu adalah di lingkup kita. Kalau di kita akan kita benahi," janjinya.

Dia mengingatkan, saat akan melaksanakan registrasi vaksin, dimohon untuk memberikan data sebenarnya. Jika ada kendala data pribadi langsung disampaikan.

Menanggapi berbagai kendala yang dikeluhkan masyarakat, Kominfo meminta masyarakat tetap melanjutkan vaksinasi. Untuk pendataan atau masalah teknis di PeduliLindungi bertahap akan diperbaiki.

Berita Terkait : Publikasi Kegiatan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Bogor

Usman meminta masyarakat yang belum memiliki sertifikat untuk bersabar. Dia memahami bahwa aplikasi PeduliLindungi makin dibutuhkan untuk berbagai syarat termasuk perjalanan dan berbelanja di mall. "Kami tampung laporan tentang persoalan di lapangan. Kami sudah mencoba di suatu mall dan syukur tidak ada persoalan," pungkasnya.

Sebagai informasi, sepanjang pandemi Covid-19 aplikasi PeduliLindungi sudah di-download sebanyak 28 juta orang. Aplikasi terdapat di Google Play Store atau Apple Store. [JAR]