Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bakal Polisikan 2 Aktivis ICW

Moeldoko: Saya Sudah Sabar

Rabu, 1 September 2021 07:45 WIB
Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) Moeldoko (kiri) dalam jumpa pers terkait tudingan ICW di kediamannya, kawasan Menteng Jakarta Pusat, Selasa (31/8/2021). (Foto: Istimewa)
Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) Moeldoko (kiri) dalam jumpa pers terkait tudingan ICW di kediamannya, kawasan Menteng Jakarta Pusat, Selasa (31/8/2021). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pintu islah antara Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) Moeldoko dengan Indonesia Coruption Watch (ICW) sudah tertutup. Moeldoko bakal polisikan 2 aktivis ICW yang telah menudingnya ikut berburu rente dalam proyek ivermectin dan ekspor beras. “Saya sudah sabar,” tegas Moeldoko.

Hal itu disampaikan Moeldoko di kediamannya, kawasan Menteng Jakarta Pusat, kemarin sore. Ia ditemani kuasa hukumnya, Otto Hasibuan. Dua aktivis ICW yang akan dilaporkannya yakni Egi Primayogha dan Miftah.

Sore itu, mantan orang nomor satu di TNI ini, pelit senyum. Keningnya kerut, tatapannya tajam. Omongannya beberapa kali dijeda, ketika menyinggung hal serius dan sensitif. Tampak seperti menahan emosi. Ia tak serileks biasanya. Meskipun di pekarangan rumahnya yang asri itu, sesekali dihibur oleh siulan burung yang merdu.

Berita Terkait : Mega: Saya Nggak Sabaran

“Saya dituduh bermain di Jiwasraya, saya dituduh bermain di Asabri. Saya tenang. Saya tenang,” ucap Moeldoko.

Tapi kali ini, tidak lagi. Apalagi perburuan rente, istilah yang dipakai ICW, menurutnya, adalah tuduhan serius. Yakni, mencari keuntungan dengan menggunakan kekuasaan.

Pensiunan Jenderal TNI Angkatan Darat ini khawatir, jika sikap tenangnya itu justru malah disalahartikan oleh masyarakat luas. “Fitnah-fitnah seperti itu, kalau saya biarkan, akan merusak kepercayaan, bahkan kepercayaan anak istri saya akan berubah kepada saya,” kesalnya.

Berita Terkait : Moeldoko Sudah Hilang Sabarnya

Karena itu, upaya somasi yang dilayangkan ke ICW dirasa sudah cukup. Apalagi, sebutnya, LSM anti korupsi ini tidak menunjukkan itikad baik. “Saya sudah memberikan kemudahan dengan sabar,” sambungnya.

Tercatat, sudah 3 kali somasi dilayangkan kepada ICW melalui kuasa hukumnya Otto, sejak akhir Juli lalu. Ada yang disampaikan secara lisan maupun tulisan.

Tenggat waktu masing-masing somasi juga bervariasi, mulai dari 1x24 jam, 3x24 jam, hingga terakhir 5x24 jam, pada 20 Agustus lalu.
 Selanjutnya