Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Soal RUU Ketenagakerjaan, Koalisi Buruh Buka Ruang Dialog Hingga 22 September
- Karhutla Menurun, Menhut Dorong Kolaborasi Diperkuat
- B50 Sudah Mengalir Di 6.050 SPBU, ESDM Perkuat Pengawasan
- BRI Raih Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026 dari Kemenpora
- PLN Indonesia Power Raih 97 Penghargaan ENSIA 2026
RM.id Rakyat Merdeka - Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP), Jaleswari Pramodhawardani menyayangkan banyak HP aktivis anti korupsi yang diretas dan diteror.
"Mereka mengalami peretasan atas nomor kontak pribadi dan akun media sosialnya, serta mendapat panggilan telepon bertubi-tubi dari nomor yang tidak dikenal," tulis Jaleswari dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/5).
Baca juga : IJMI Kecam Serangan Israel ke Kantor Media di Gaza
Menurut dia, peretasan tidak dibenarkan terlebih saat mereka memberikan kritik terhadap pemerintah. Masyarakat sipil berhak memberikan masukan dan kritik kepada pemerintah serta melakukan edukasi publik.
“Ini suatu hal yang meresahkan dan memprihatinkan,” ujarnya.
Baca juga : Kemenpora Pastikan Bonus Atlet Tidak Akan Berkurang
Selain itu, wanita karib disapa Dhani ini mengaku mendapat laporan kebocoran informasi data penduduk dalam waktu bersamaan. Jaleswari mendesak, agar peristiwa tersebut bisa segera ditangani pihak terkait dan diharapkan tidak terulang. [DIT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya