Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyalurkan 5.000 dosis vaksin untuk santri di pondok pesantren (Ponpes).
Baca juga : Pemerintah Janji Perluas Vaksinasi Bagi Pelajar
Ponpes tersebut, adalah Pondok Pesantren Miftachul Huda Pesawahan Rawalo Kabupaten Banyumas, Pondok Pesantren Attaujieh Al-Islamy 2 Andalusia Leler Kebasen Kabupaten Banyumas dan Pondok Pesantren Tanbihul Ghofillin Mantrianom Kabupaten Banjarnegara.
Saat mengecek pelaksanaan vaksinasi di Pondok Pesantren Miftachul Huda Pesawahan Rawalo, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, vaksinasi di ponpes adalah bagian dari menyambut pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
“Sekarang dengan PPKM levelling ini kan sudah mulai dibuka PTM-nya, walaupun belum semuanya. Ini untuk persiapan menuju kesana. Karena ada ponpes yang ada sekolahnya, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), ada dari Madrasah Tsanawiyah (MTs), ada SMK dan Madrasah Aliyah (MA), sampai perguruan tinggi,” kata Yasin dikutip Selasa (31/8),
Pada prinsipnya, lanjut Wagub, Pemerintah berusaha memberikan vaksinasi bagi seluruh kalangan masyarakat, termasuk warga ponpes. Namun karena jumlah vaksin belum mencukupi, saat ini belum semua santri mendapatkannya.
Yasin mencontohkan, Ponpes Attaujieh Al-Islamy 2 Andalusia dari sekitar 3.000 santri baru mendapat alokasi 500 dosis vaksin. Sedangkan di Ponpes Tanbihul Ghofillin Mantrianom dari 2.000-an santri, baru mendapat 800 dosis vaksin.
Dalam pelaksanaan vaksin ini, Wagub memberi pengertian, distribusi vaksin memang dilakukan secara bertahap, karena Pemerintah Daerah sangat bergantung alokasi vaksin yang diberikan oleh Pemerintah Pusat.
Ponpes yang sudah mendapat alokasi vaksin, sambungnya, akan dievaluasi. Hasil evaluasi nantinya bisa menjadi dasar untuk mengajukan permohonan penambahan vaksin.
“Nanti selanjutnya ada di Kabupaten Pati, di Kabupaten Tegal, Wonosobo juga ada di beberapa ponpes. Nanti datanya akan bergulir,” tegasnya. [MFA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya