Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pengalaman Mumpuni, Sufmi Dasco Dinilai Pantas Duduki Menkopolhukam

Sabtu, 11 September 2021 22:22 WIB
Sufmi Dasco Ahmad. (Foto: Ist)
Sufmi Dasco Ahmad. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat politik dari Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai, munculnya nama Sufmi Dasco Ahmad sebagai calon Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan patut diperhitungkan.

"Pantas (Sufmi Dasco Ahmad) menjadi Menkopolhukam karena pengalaman politik dan hukumnya," ujar Jerry menanggapi adanya wacana reshuffle, Jakarta, Sabtu (11/9).

Berita Terkait : Yusril Siap Dimintai Pendapat Hukum

Namun demikian, Jerry menegaskan, hak prerogatif memilih nama yang menjadi menteri berada di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain pengalaman, kriteria menjadi menteri juga dilihat dari integritas, komitmen, berkarakter, dan sikap tegas.

"Usul saya, sebelum memilih menteri sebaiknya dilakukan jejak pendapat atau sayembara kepada masyarakat siapa saja nama-nama yang pantas menjadi menteri," sarannya.

Berita Terkait : Jadi Komentator Olimpiade, Shin Tae Yong Dinilai Langgar Kontrak

Hal senada juga disampaikan Pengamat politik Universitas Jayabaya Igor Dirgantara. Dia menilai, Dasco merupakan sosok tepat untuk menjabat Menkopolhukam lantaran tidak suka kegaduhan. "Sufmi Dasco cocok, karena dia tipe yang tidak suka buat gaduh," kata Igor.

Apalagi, tambahnya, Dasco juga dikenal banyak orang dan punya banyak jaringan. Mulai tokoh politik, tokoh agama, aktivis mahasiswa, dan hingga aktivis buruh. Selain itu, politisi Gerindra itu juga merupakan salah satu aktor rekonsiliasi antara Jokowi-Prabowo pasca Pilpres 2019 lalu.

Berita Terkait : Anak Muda Lupa Pahlawan, Saatnya Pancasila Dibumikan

Diingatkan Igor, Menkopolhukam harus menciptakan stabilitas politik dan keamanan untuk menopang pembangunan ekonomi yang terus dijadikan prioritas bagi pemerintah.

"Ke depan, urgensi yang penting bagi persoalan polhukam adalah adalah terorisme, narkoba, keadilan hukum, kesenjangan ekonomi, penyebaran hoaks, penertiban buzzer, penegakan HAM dan pengendalian Covid-19," tandasnya. [TIF]