Dark/Light Mode

Keren! Salatiga Siap Jadi Kota Penghasil “Emas Hijau”

Selasa, 14 September 2021 16:17 WIB
Tanaman Vanili. (Foto: ist)
Tanaman Vanili. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Salatiga, sebuah kota kecil di provinsi Jawa Tengah, mempunyai potensi sebagai penghasil “emas hijau” atau tanaman vanili.

“Jadi dengan posisi Salatiga di ketinggian antara 450-800 meter dari permukaan lau (mpdl) dan curah hujan 2044 MM/tahun, maka Salatiga siap siap berkontribusi meningkatkan ekspor vanili,” kata Wali Kota Salatiga, Yulianto, Selasa (14/9).

Menurut Yulianto, dengan meingkatkan ekpor vanili, bukan hanya negara yang mendapatkan pendapatan melalui pajak ekspor tapi juga masyarakat pelaku budidaya. Terlebih, saat ini harga vanili kering mencapai diangka Rp 4 juta per kilogram (kg). 

Kepala Dinas Pertanian Kota Salatiga, Nunuk Hartini membenarkan, Kota Salatiga siap menjadi kota penghasil vanili. Bahkan, tanaman vanili sudah lama dibudidayakan oleh penduduk Kota Salatiga. Salah satu warga yang konsisten dalam melakukan budidaya vanili yakni Mbah Harjo di Randuancir.

Berita Terkait : Banyuwangi Siap Jadi Sentra Beras Nasional

“Beliau konsisten melakukan budidaya vanili. Dari budidaya tersebutlah dia bisa merubah ekonomi keluarganya dan hingga menguliahkan anak-anaknya. Ini karena harganya yang menjanjikan,” kata Nunuk.

Seperti diketahui, di Kota Salatiga, Jawa Tengah harga vanili basah sekitar Rp 1 juta per kg. Sedangkan vanili kering harganya mencapai Rp 4 juta per kg. 

Bahkan harganya pun cenderung stabil, karena pasarnya cukup luas baik untuk dalam negeri ataupun luar negeri seperti Thailand, Korea Selatan, Jerman, Denmark, India, Prancis, Belanda, Korea Selatan, Filipina, Malaysia dan Singapura.

Menurut Nunuk, luasnya pasar vanili disebabkan karena vanili bisa digunakan untuk berbagai macam produk. Seperti bahan makanan dan minuman, kosmetik hingga obat stamina tubuh.

Berita Terkait : Tidak Elok, Pemerintah Saling Sindir Data Bansos Di Media

“Saat ini sudah ada sekitar 9 ribu batang dengan luas lahan 3,74 hektare (ha) yang tersebar di 4 Kecamatan yang sudah dibudidayakan,” papar Nunuk.

Nunuk menambahkan, di 2021 ini Kota Salatiga mendapat bantuan bibit vanili sebanyak 10 ribu batang dan sudah tersalur ke masyarakat sebanyak 5.500 batang dan sisanya akan segera disalurkan ke masyarakat setelah bantuan dari Direktorat Jenderal Pekerbunan (Ditjenbun), Kementerian Pertanian (Kementan) turun. Kemungkinan bantuan tersebut turun sebelum akhir 2021.

Bantuan untuk masyarakat dalam mengembangkan vanili tidak hanya dari Pemerintah Pusat tapi juga dari Pemerintah Daerah melalui APBD. Seperti di 2020 Dinas Pertanian Kota Salatiga telah memberikan benih vanili sebanyak 3 ribu batang dan pupuk organik sebanyak 12 ribu kg.

Tidak hanya itu masyarakat pun dilatih untuk melakukan budidaya vanili secara good agriculture parctices (GAP). “Sehingga dengan begitu kita optimis dan yakin Kota Salatiga bisa menjadi kota vanili,” tegas Nunuk.

Berita Terkait : Kemenhub Rombak Asrama Sekolah Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Menurut Nunuk, Hal ini juga sejalah dengan program Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementan melalui program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks). Dengan meingkatnya produksi vanili kedepan, maka otomatis meningkat pula ekspornya, mengingat pasar ekspor vanili masih cukup luas dan banyak permintannya. [DIT]