Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Tidak Elok, Pemerintah Saling Sindir Data Bansos Di Media

Rabu, 4 Agustus 2021 13:58 WIB
Anggota DPR Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni
Anggota DPR Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni menyayangkan adanya saling sindir  antara eksekutif di media terkait data penyaluran bantuan sosial (bansos).

Anak buah Surya Paloh ini meminta data masyarakat penerima bansos sebaiknya dikoordinasikan secara ringkas antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pemerintah Daerah, bukan dengan berbicara maupun menyindir melalui media.

Baca juga : Ini Jurus Pemerintah Genjot Literasi Keuangan Bagi Generasi Muda

Menurut dia, polemik data penerima bansos antara Kemensos dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus segera diselesaikan dengan koordinasi yang lebih baik .

"Mungkin Pemprov DKI ada kekeliruan dalam validasi data, tetapi kalau ada, ya koordinasikan secepatnya, jangan sindir menyindir di media," kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (4/8).

Baca juga : Surakarta Terima 200 Tabung Oksigen Dari Bank Indonesia

Politisi Partai NasDem ini menilai, dalam kondisi pandemi yang menyulitkan, tidak perlu ditambahi drama-drama seperti itu apalagi kalau tujuannya untuk menaikkan pamor atau menyerang pejabat lain.

Menurut dia, jika ada perbedaan pandangan sesama eksekutif terkait suatu persoalan, maka sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi yang baik sehingga rakyat tidak bingung.

Baca juga : Turunkan Angka Kematian, Pemerintah Siapkan 49 Ribu Bed Isolasi Terpusat Di Jawa Bali

“Mereka sama-sama eksekutif, jadi kurang tepat apabila berbicara atau menanggapi surat melalui media," ujarnya.

Menurut dia, twajar jika legislatif mengkritik kinerja eksekutuf, namun  tidak tepat ketika sesama eksekutif saling serang dan dikhawatirkan masyarakat menjadi bingung. "Sangat tidak elok pemerintah saling sindir di media," pungkasnya. [MFA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.