Dark/Light Mode

Banyuwangi Siap Jadi Sentra Beras Nasional

Kamis, 26 Agustus 2021 17:17 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas (Foto: Ist)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menyatakan kesiapannya ditugaskan sebagai sentra beras Nasional oleh Pemerintah Pusat, termasuk dengan pengembangan beras organik.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di sela Rapat Koordinasi Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) 2021 secara virtual, Rabu (25/8). menyampaikan produksi beras di wilayah setempat terus surplus, yakni berkisar 325.000 ton per tahun.

"Banyuwangi siap jika diberikan penugasan, tidak terbatas hanya pada cabai, tapi juga beras, baik untuk nasional maupun ekspor," ujarnya.

Baca juga : Mantan Tahanan Guantanamo Jadi Menteri Pertahanan Taliban

Bupati Ipuk juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah mendukung Banyuwangi sebagai sentra cabai Nasional melalui pendampingan, bibit, hingga alat pertanian.

Dukungan tersebut membuat Banyuwangi menjadi salah satu penyangga kebutuhan cabai nasional untuk meningkatkan keberlanjutan pasokan demi stabilitas harga.

Ia juga menyampaikan inovasi Banyuwangi dalam menumbuhkan UMKM pertanian melalui digitalisasi, di antaranya melalui program "Jagoan Tani" yang menggodok ribuan anak muda melalui mentoring, sehingga melahirkan pengusaha muda bidang pertanian yang tangguh.

Baca juga : BPIP: Hoax, Muhammad Kece Jadi Duta Pancasila

"Hal itu untuk mendukung peningkatan kesejahteraan petani, produktivitas untuk menjamin pasokan, dan sekaligus menjaga stabilitas harga. Kami optimistis dengan digitalisasi yang digerakkan anak-anak muda sesuai arahan presiden, sektor pertanian kami bisa terus tumbuh dan berdaya saing," paparnya.

Pada kesempatan tersebut, Kabupaten Banyuwangi juga dikukuhkan menyandang predikat "TPID Award" sebagai kabupaten/kota terbaik se-Jawa dan Bali untuk kedua kalinya secara beruntun.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember Hestu Wibowo menjelaskan, Banyuwangi berhasil mempertahankan predikat sebagai TPID terbaik karena banyak program pengendalian inflasi yang inovatif.

Baca juga : Alumni Haji Harus Jadi Katalisator Pembangunan Nasional

"Seperti digitalisasi di sektor pertanian, hingga peningkatan SDM pertanian dengan berbagai program. Daerah lain juga punya program, tapi tidak seinovatif Banyuwangi," tuturnya.

Sementara itu, menanggapi paparan Bupati Ipuk, Presiden Jokowi menyatakan daerah yang surplus beras seperti Kabupaten Banyuwangi bisa memperkuat ekspor karena permintaan baik organik maupun non-organik sangat besar.

Presiden juga berpesan kepada daerah-daerah yang memiliki surplus produk pangan bisa memanfaatkan platform e-Commerce atau pembelian dan penjualan secara elektronik untuk memperluas pasar. [EFI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.